Ainul Hidayah
Universitas Negeri Makassar

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemanfaatan Teknologi Wearable dalam Promosi Kesehatan untuk Meningkatkan Aktivitas Fisik Ainul Hidayah; Andi Atssam Mappanyukki
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v4i2.1012

Abstract

Inaktivitas fisik merupakan salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit kronis yang terus meningkat secara global. Meskipun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aktivitas fisik cukup tinggi, implementasi perilaku aktif masih tergolong rendah. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam promosi kesehatan yang mampu menjembatani kesenjangan antara pengetahuan dan tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan teknologi wearable dalam meningkatkan aktivitas fisik melalui pendekatan tinjauan literatur. Data diperoleh dari berbagai basis data ilmiah internasional dengan fokus pada publikasi tahun 2020–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi wearable, seperti fitness tracker dan smartwatch, efektif dalam meningkatkan aktivitas fisik melalui mekanisme self-monitoring, feedback real-time, serta personalisasi intervensi berbasis data. Integrasi dengan aplikasi mobile health (mHealth) dan telemedicine juga terbukti meningkatkan keterlibatan dan kepatuhan pengguna. Namun demikian, implementasi teknologi ini masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan akses, literasi digital, dan keberlanjutan penggunaan jangka panjang. Kesimpulannya, teknologi wearable memiliki potensi besar sebagai alat inovatif dalam promosi kesehatan, tetapi memerlukan dukungan strategi yang komprehensif agar dapat memberikan dampak yang optimal dan merata.
Pendekatan Biomekanika dalam Pencegahan Cedera pada Sistem Kesehatan: Tinjauan Sistematis tentang Integrasi Klinis dan Manajerial Andi Atssam Mappanyukki; Ainul Hidayah
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v4i2.1014

Abstract

Pendekatan biomekanika merupakan salah satu strategi penting dalam pencegahan cedera pada sistem kesehatan, khususnya gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) yang sering dialami tenaga kesehatan akibat aktivitas kerja yang berat dan tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi pendekatan biomekanika dalam aspek klinis dan manajerial guna mendukung pencegahan cedera di lingkungan pelayanan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA melalui penelusuran artikel pada database Google Scholar, Scopus, PubMed, ScienceDirect, dan Garuda. Artikel yang digunakan merupakan publikasi tahun 2020–2025 dengan total 20 artikel utama yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab cedera muskuloskeletal meliputi postur kerja yang tidak ergonomis, aktivitas repetitif, transfer pasien manual, beban kerja fisik yang tinggi, dan durasi kerja yang panjang. Pendekatan biomekanika melalui analisis gerak, penggunaan alat bantu ergonomis, evaluasi postur kerja menggunakan metode REBA, ROSA, OWAS, dan Nordic Body Map, serta penerapan teknologi kesehatan modern terbukti mampu menurunkan risiko cedera dan meningkatkan keselamatan kerja tenaga kesehatan. Selain itu, dukungan manajerial seperti kebijakan ergonomi, pelatihan tenaga kerja, dan penyediaan fasilitas kerja ergonomis juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pencegahan cedera. Dengan demikian, integrasi biomekanika dalam aspek klinis dan manajerial dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, keselamatan kerja, dan produktivitas tenaga kesehatan secara berkelanjutan.
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL KESEHATAN MELALUI PEMANFAATAN APLIKASI MOBILE JKN PADA MASYARAKAT KECAMATAN CINA, KABUPATEN BONE Sensy Karnia; Nurul Fadilah Aswar; Rezky Amalia Hamka; Hasyim Hasyim; Ainul Hidayah
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 04 Nomor 01 (Mei 2026)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/qq97m843

Abstract

Pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Mobile JKN merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan untuk memudahkan peserta mengakses berbagai layanan, seperti informasi kepesertaan, antrean online, informasi iuran, riwayat pelayanan, perubahan data peserta, lokasi fasilitas kesehatan, dan pengaduan layanan JKN. Namun, masih terdapat masyarakat yang belum memahami penggunaan aplikasi tersebut secara optimal akibat rendahnya literasi digital kesehatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan infografis digital Panduan Mobile JKN di Kecamatan Cina, Kabupaten Bone. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif deskriptif dengan media utama berupa infografis digital. Peserta kegiatan berjumlah 25 orang yang merupakan pengguna atau calon pengguna layanan JKN. Materi edukasi meliputi pengenalan Mobile JKN, langkah penggunaan aplikasi, fitur utama, layanan tambahan, dan tips keamanan penggunaan aplikasi. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner sederhana untuk mengetahui respons dan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa infografis digital membantu peserta memahami informasi mengenai Mobile JKN secara lebih mudah, ringkas, dan sistematis. Peserta yang sebelumnya hanya mengetahui fungsi dasar aplikasi mulai memahami berbagai fitur penting, seperti Info Peserta, Antrean Online, Info Riwayat Pelayanan, Perubahan Data Peserta, Info Iuran, Info Lokasi Faskes, dan Pengaduan Layanan JKN. Peserta juga memberikan respons positif terhadap media yang digunakan karena tampilannya menarik dan mudah dipahami. Kegiatan ini menunjukkan bahwa infografis digital merupakan media edukasi yang efektif untuk meningkatkan literasi digital kesehatan masyarakat serta mendorong pemanfaatan layanan JKN secara lebih mandiri.
INTERVENSI PROMOSI KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS FISIK PADA LANSIA: TANTANGAN DAN PELUANG Nur Indah Atifah Anwar; Ainul Hidayah
Unimuda Sport Journal : Jurnal Pendidikan Jasmani Vol. 7 No. 1 (2026): Unimuda Sport Journal : Jurnal Pendidikan Jasmani
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/unimudasportjurnal.v7i1.5784

Abstract

Intervensi promosi kesehatan terus berkembang sebagai strategi untuk meningkatkan aktivitas fisik pada lansia di tengah meningkatnya gaya hidup sedentari. Namun, penelitian sebelumnya umumnya mengkaji intervensi secara terpisah dan belum menganalisis integrasi pendekatan serta tantangan implementasinya secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas intervensi promosi kesehatan dalam meningkatkan aktivitas fisik lansia serta mengidentifikasi tantangan dan peluang implementasinya. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar pada rentang tahun 2016–2026. Dari 100 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 19 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi yang efektif bersifat multidimensional, meliputi pendekatan berbasis komunitas, dukungan sosial, edukasi kesehatan, serta intervensi digital seperti aplikasi mHealth dan perangkat wearable. Integrasi berbagai pendekatan terbukti lebih efektif dibandingkan intervensi tunggal. Faktor keterlibatan pengguna, dukungan lingkungan, dan personalisasi intervensi juga berperan penting dalam meningkatkan aktivitas fisik lansia. Meskipun demikian, implementasi program masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya, literasi digital, akses teknologi, dan keberlanjutan program. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan promosi kesehatan yang terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan dalam meningkatkan aktivitas fisik pada lansia. Kata kunci : promosi kesehatan; aktivitas fisik; lansia; intervensi; systematic review
PEMANFAATAN TEKNOLOGI WEARABLE DAN APLIKASI DIGITAL DALAM OPTIMALISASI LATIHAN OLAHRAGA Ainul Hidayah; Hasmyati
Unimuda Sport Journal : Jurnal Pendidikan Jasmani Vol. 7 No. 1 (2026): Unimuda Sport Journal : Jurnal Pendidikan Jasmani
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/unimudasportjurnal.v7i1.5804

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak signifikan dalam bidang olahraga, khususnya melalui pemanfaatan teknologi wearable dan aplikasi digital dalam optimalisasi latihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan efektivitas penggunaan teknologi wearable dan aplikasi digital dalam meningkatkan performa olahraga. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 20 artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada tahun 2020–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi wearable mampu memantau kondisi fisiologis secara real-time, seperti detak jantung, aktivitas fisik, dan tingkat kelelahan, sehingga mendukung pengambilan keputusan latihan yang lebih akurat. Selain itu, aplikasi digital terbukti meningkatkan motivasi, partisipasi, dan kemandirian individu dalam berolahraga melalui fitur pelacakan dan umpan balik yang personal. Integrasi antara wearable dan aplikasi digital juga berkontribusi dalam penerapan data-driven training, pencegahan cedera, serta peningkatan performa atlet. Namun demikian, terdapat beberapa tantangan dalam implementasinya, seperti keterbatasan akses teknologi, literasi digital, serta isu privasi data. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan teknologi yang lebih inklusif serta edukasi pengguna untuk mengoptimalkan pemanfaatannya dalam olahraga.