Pendekatan biomekanika merupakan salah satu strategi penting dalam pencegahan cedera pada sistem kesehatan, khususnya gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) yang sering dialami tenaga kesehatan akibat aktivitas kerja yang berat dan tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi pendekatan biomekanika dalam aspek klinis dan manajerial guna mendukung pencegahan cedera di lingkungan pelayanan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA melalui penelusuran artikel pada database Google Scholar, Scopus, PubMed, ScienceDirect, dan Garuda. Artikel yang digunakan merupakan publikasi tahun 2020–2025 dengan total 20 artikel utama yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab cedera muskuloskeletal meliputi postur kerja yang tidak ergonomis, aktivitas repetitif, transfer pasien manual, beban kerja fisik yang tinggi, dan durasi kerja yang panjang. Pendekatan biomekanika melalui analisis gerak, penggunaan alat bantu ergonomis, evaluasi postur kerja menggunakan metode REBA, ROSA, OWAS, dan Nordic Body Map, serta penerapan teknologi kesehatan modern terbukti mampu menurunkan risiko cedera dan meningkatkan keselamatan kerja tenaga kesehatan. Selain itu, dukungan manajerial seperti kebijakan ergonomi, pelatihan tenaga kerja, dan penyediaan fasilitas kerja ergonomis juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pencegahan cedera. Dengan demikian, integrasi biomekanika dalam aspek klinis dan manajerial dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, keselamatan kerja, dan produktivitas tenaga kesehatan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026