Pembelajaran abad ke-21 menuntut pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi siswa sebagai kompetensi utama. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui perbedaan rata-rata kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi pada kelas yang menerapkan model problem based learning dengan metode reward dengan pembelajaran langsung, 2) mengetahui korelasi antara kemampuan berpikir kritis dengan kolaborasi siswa. Populasi penelitian adalah siswa kelas VI Sekolah Dasar sedangkan sampel terdiri dari dua kelas sejumlah 44 siswa. Satu kelas sebagai kelas eksperimen yang menerapkan model problem based learning dengan metode reward sedangkan satu kelas lain sebagai kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran langsung berbantuan power point. Pengambilan sampel dengan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan angket kolaborasi. Teknik analisis data mengggunakan uji SPSS yang terdiri dari uji normalitas, homogenitas, uji t, dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi yang dibuktikan dengan hasil uji t dengan nilai signifikansi masing-masing 0,021 dan 0,010 dimana keeduanya kurang dari 0,05. Hasil uji korelasi Pearson juga menunjukkan nilai signifikansi 0,005 kurang dari 0,05. Aspek kemampuan berpikir kritis dengan kolaborasi membuktikan korelasi positif dan signifikan. Hasil penelitian mendorong terciptanya pembelajaran yang menggembirakan dan mendukung upaya pengembangan kompetensi guru. Ekplorasi profil kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual dapat dilakukan untuk penelitian berikutnya.
Copyrights © 2026