KWT Sari Makmur Kiprahnya sebagai pendamping suami, yang mayoritas petani dan pemilik lahan durian berada di Desa Alasmalang, didirikan pada tahun 2004 hingga saat ini. Kelompok ini terdiri dari 31 anggota. Permasalahan pertama yang dihadapi oleh KWT Sari Makmur adalah ketergantungan terhadap pupuk kimia, Permasalahan kedua menumpuknya limbah kulit durian yang menimbulkan bau tidak sedap, Permasalahan Ketiga mitra tidak mempunyai kemampuan mengolah limbah kulit durian menjadi pupuk kompos, Permasalahan keempat mitra tidak mempunyai kemampuan manajemen usaha kecil, kelompok, management, pengadminitrasikan, pecatatatan keuangan dan jejaring bisnis terbatas. Permasalahan diatas diperlukan peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan penyuluhan partisipatif seluruh anggota KWT Sari Makmur, diharapkan anggota KWT Sari Makmur dapat mandiri dalam memproduksi dan menggunakan pupuk organik kompos dengan memanfaatkan kulit durian, sehingga menciptakan ketahanan pangan di level komunitas. Metode observasi dilaksanakan melalui wawancara dengan Pemdes dan ketua KWT Sari Makmur. Kegiatan pelaksanaan dilakukan pada bulan Maret 2026 dan pasca kegiatan pada bulan Mei 2026. Pengabdian ini menggunakan Metode pendekatan Asset Based Community Development yang dilakukan melalui pelatihan dan penyuluhan. Hasil pendampingan ini diantaranya terjadi peningkatan kapasitas KWT Sari Makmur, terutama peningkatan pendapatan tambahan dari penjualan kompos kulit durian perminggu Rp. 6.000.000,- Diharapkan melalui program pengabdian kepada masyarakat ini akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Alasmalang dan meningkatkan kesejahteraan petani durian dan produktivitas KWT Sari Makmur.
Copyrights © 2026