Sayuran merupakan komoditas penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Penanaman sayuran secara hidrponik dapat dilakukan masyarakat di lahan sempit seperti pekarangan rumah. Dalam konteks budidaya hidroponik, pengelolaan bisnis mencakup beberapa aspek yaitu aspek budidaya, pemasaran dan keuangan. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertempat pada UINSU. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dari program studi FITK dan program studi Ekonomi Bisnis. Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam memberikan edukasi tentang hidroponik, peluang bisnis dan pengelolaannya adalah wujud dharma perguruan tinggi ketiga yaitu memberikan kebermanfaatan ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Peserta kegiatan adalah Mahasiswa UINSU. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (PkM) diikuti sekitar 30 peserta. Hidroponik adalah cara bercocok tanam yang tidak menggunakan media tanah serta dapat memanfaatkan lahan sempit atau kurang produktif, seperti lahan pekarangan rumah. Hidroponik merupakan bisnis cukup menjanjikan, dapat dimulai oleh petani mana saja dan siapa saja. Keunggulan sistem hidroponik adalah tidak membutuhkan lahan luas seperti pertanian konvensional. Hidroponik berimplikasi besar pada sektor pertanian perkotaan, ekonomi, dan lingkungan. Metode ini secara drastis menghemat penggunaan air dan meningkatkan efisiensi lahan, memungkinkan produksi tanaman lebih cepat dan bersih, namun memerlukan investasi modal serta pemantauan teknis yang intensif.
Copyrights © 2026