Penelitian ini menganalisis optimalisasi Asset and Liability Management (ALMA) dalam memperkuat ketahanan likuiditas bank syariah di era digital, dengan studi kasus pada PT Bank Syariah Indonesia (BSI). Penelitian ini memiliki enam tujuan utama, di antaranya mengidentifikasi tantangan likuiditas digital, menganalisis strategi optimalisasi struktur aset dan liabilitas melalui layanan digital, serta mengevaluasi ketahanan likuiditas BSI dalam skenario stres digital. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif studi kasus dengan sumber data berasal dari laporan tahunan BSI, regulasi OJK, dan literatur akademik terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BSI berhasil mentransformasi manajemen ALMA melalui program RASS, modernisasi core banking, pemanfaatan RPA, dan penguatan keamanan siber. Keberhasilan ini tercermin pada pertumbuhan DPK sebesar 15,66% dengan komposisi CASA mencapai 59,48%, serta pertumbuhan pembiayaan 12,65% dengan NPF terjaga di level 1,84%. Selain itu, implementasi LCR dan NSFR BSI telah bergerak konsisten menuju angka 100%. Meski demikian, hambatan utama yang ditemukan adalah keterbatasan instrumen likuiditas syariah digital dan risiko digital bank run. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan regulatory sandbox untuk instrumen likuiditas berbasis blockchain, penguatan sistem peringatan dini berbasis AI, perluasan ekosistem BYOND, peningkatan literasi keuangan syariah digital secara masif, serta pembentukan tim khusus manajemen ALMA digital.
Copyrights © 2026