Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pengenalan bilangan 1–10 pada anak usia 4–5 tahun di RA Baabussalam Karangkendal. Hasil observasi menunjukkan sebagian besar anak belum mampu mengenal, menyebutkan, serta menghubungkan lambang bilangan dengan jumlah benda secara tepat akibat pembelajaran yang masih konvensional dan kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan tersebut melalui media bermain bowling modifikasi berbasis bahan sederhana. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 16 anak kelompok A. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, penilaian unjuk kerja, dan dokumentasi, dengan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan, ditandai dengan ketuntasan belajar yang meningkat dari 19% pada pra-siklus menjadi 50% pada siklus I, dan 81% pada siklus II. Selain itu, keterlibatan dan partisipasi aktif anak juga meningkat. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan media berbasis bahan daur ulang yang kontekstual, ekonomis, dan sesuai karakteristik anak usia dini.
Copyrights © 2026