Andi Ali Kisai
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Muhammadiyah Cirebon

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Inovasi Modul Edukasi Gizi AUD untuk Mencegah Stunting pada Anak Usia Dini Ayu Yuliani Sekriptini; Cucu Sopiah; Andi Ali Kisai
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i2.5924

Abstract

Stunting menjadi permasalahan serius dalam pertumbuhan anak usia dini di banyak negara, termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan pengembangan modul pemenuhan gizi anak usia dini dengan fokus pada peningkatan peran orang tua sebagai upaya mendukung program pencegahan stunting. Metode penelitian yang digunakan adalah model R and D dengan model pengembangan ADDIE dan uji coba produk dengan menggunakan one group pretest-postest design.  Instrumen yang digunakan yaitu angket dan test. Hasil validasi dari 2 orang ahli materi memperoleh 82,22%, dari ahli bahasa 97,5% dan ahli media 90,7%. Penilaian dari ahli materi, ahli bahasa dan media memperoleh kriteria layak digunakan. Hasil kepraktisan modul pada orang tua dengan indikator efektifitas, interaktif, efisien dan kreatif memperoleh skor rata-rata 85,83 dengan kriteria penalian modul memenuhi kriteria kepraktisan untuk digunakan. Hasil penelitian pada orang tua terbukti efektif yaitu skor rata-rata pretest sebesar  89,7 dan nilai skor rata-rata postest sebesar  172,2. Hasil uji normalitas menunjukkan signifikansinya >0,05 yang artinya dalam distribusi normal. Uji perbedaan Paired Sampel T Tast menunjukkan signifikan 0,000. Yang artinya modul yang di gunakan efektif dalam mendampingi orang tua untuk pemenuhan gizinya
Peningkatan Kemampuan Pengenalan Bilangan 1-10 melalui Media Bowling Modifikasi Berbasis Bermain pada Anak Usia Dini Yani Suhaeni; Andi Ali Kisai; M Arif Syarif
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2185

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pengenalan bilangan 1–10 pada anak usia 4–5 tahun di RA Baabussalam Karangkendal. Hasil observasi menunjukkan sebagian besar anak belum mampu mengenal, menyebutkan, serta menghubungkan lambang bilangan dengan jumlah benda secara tepat akibat pembelajaran yang masih konvensional dan kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan tersebut melalui media bermain bowling modifikasi berbasis bahan sederhana. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 16 anak kelompok A. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, penilaian unjuk kerja, dan dokumentasi, dengan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan, ditandai dengan ketuntasan belajar yang meningkat dari 19% pada pra-siklus menjadi 50% pada siklus I, dan 81% pada siklus II. Selain itu, keterlibatan dan partisipasi aktif anak juga meningkat. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan media berbasis bahan daur ulang yang kontekstual, ekonomis, dan sesuai karakteristik anak usia dini.
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Media Loose Part Jerami pada Kegiatan Seni Kolase Anak Usia Dini Umi Kulsum; M Arif Syarif H; Andi Ali Kisai
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui pemanfaatan media loose part bahan alam jerami pada kegiatan seni kolase di Kelompok A TK Galikencana Desa Wotgali Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak, khususnya dalam koordinasi mata dan tangan ketika melakukan aktivitas menggunting, mengoles lem, menempel, dan menyusun pola sederhana. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 17 anak usia 4–5 tahun, yaitu 7 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana melalui persentase perkembangan kemampuan motorik halus anak. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus anak pada setiap siklus. Pada tahap pra siklus kemampuan motorik halus anak mencapai 45%, meningkat menjadi 68% pada siklus I, dan meningkat kembali menjadi 88% pada siklus II. Anak terlihat lebih aktif, antusias, kreatif, dan mampu menyelesaikan kegiatan kolase secara lebih mandiri. Dengan demikian, media loose part bahan alam jerami terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini.
Peningkatan Keterampilan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun melalui Penggunaan Media Kertas Pola Sri Ayuni Lestari; M Arif Syarif H; Andi Ali Kisai
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 4–5 tahun melalui penggunaan media kertas pola. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Stephen Kemmis dan Robin McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 13 anak Kelompok A usia 4–5 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kertas pola mampu meningkatkan keterampilan motorik halus anak secara bertahap. Persentase ketuntasan anak meningkat dari 30% pada tahap pra-siklus menjadi 55% pada siklus I dan mencapai 85% pada siklus II. Peningkatan terlihat pada kemampuan anak dalam memegang gunting, mengikuti pola, serta menghasilkan guntingan yang lebih rapi dan terarah. Dengan demikian, media kertas pola efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini. Novelty dalam penelitian ini terletak pada penggunaan media kertas pola sebagai media sederhana, murah, dan mudah diterapkan dalam pembelajaran motorik halus melalui kegiatan menggunting berpola secara bertahap sesuai perkembangan anak usia 4–5 tahun.
Peningkatan Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini melalui Kegiatan Bermain Musik Angklung Konipah Konipah; Andi Ali Kisai; M Arif Syarif H
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2270

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini Adalah rendahnya perkembangan bahasa anak kelompok A di  TKIT Al-Azkia Cirebon, Dimana hanya 35% anak yang mencapai kategori berkembang sesuai harapan. Hal ini disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih konvensional dan kurang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak melalui kegiatan bermain musik menggunakan instrument angklung. Metode yang digunakan Adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin yang dilaksanakan dalam dua siklus terhadap 17 subjek penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan peningkatan signifikan pada perkembangan bahasa anak. Pada tahap pra siklus, anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) hanya sebesar 24%. Setelah tindakan pada siklus I, persentase tersebut tetap di angka 24% namun dengan perbaikan perilaku, dan meningkat tajam pada siklus II menjadi 82%. Peningkatan ini mencakup aspek menyimak, penguasaan kosa kata, pelafalan, keberanian berbicara, serta kemampuan mengungkapkan ide. Disimpulkan bahwa kegiatan bermain musik angklung efektif dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak usia dini secara menyenangkan dan interaktif.
Peningkatan Motorik Halus Anak Usia Dini melalui Media Melipat Kertas Origami Dita Ratnawati; M Arif Syarif H; Andi Ali Kisai
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2291

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak kelompok B di KB Babussalam Kecamatan Pasaleman Kabupaten Cirebon. Anak masih mengalami kesulitan dalam memegang pensil, meniru bentuk, mewarnai dengan rapi, dan melakukan koordinasi gerakan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan media melipat kertas origami dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B yang terdiri dari 7 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan melipat kertas origami mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Peningkatan terlihat pada koordinasi mata dan tangan, ketepatan lipatan, kerapian hasil, serta kemandirian anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Selain itu, anak menjadi lebih aktif, antusias, dan tertarik selama proses pembelajaran berlangsung.
Peningkatan Indra Peraba Anak melalui Kegiatan Sensori (Mystery Box) Berbasis Pembelajaran Bermain pada Anak Usia Dini Lulu Nur Mazidah; Andi Ali Kisai; Aip Syarifudin
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2580

Abstract

Kemampuan indra peraba anak usia dini perlu distimulasi melalui pengalaman belajar langsung agar anak mampu mengenali tekstur, bentuk, dan sifat benda di lingkungan sekitarnya. Namun, hasil pengamatan awal di Kober Nurussa’adah Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon menunjukkan bahwa kemampuan indra peraba anak usia 3–4 tahun masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan indra peraba anak melalui kegiatan sensori Mystery Box. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak usia 3–4 tahun, terdiri atas 9 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, catatan lapangan, dan diskusi reflektif dengan guru kelas, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan indra peraba anak dari rata-rata 1,50 atau 37,15% pada pra-tindakan dengan kategori Belum Berkembang, menjadi 1,96 atau 49,08% pada siklus I dengan kategori Mulai Berkembang, dan mencapai 2,68 atau 66,92% pada siklus II dengan kategori Berkembang Sesuai Harapan. Kegiatan sensori Mystery Box meningkatkan keberanian, fokus, kemampuan membedakan tekstur, mengenali benda melalui rabaan, serta kemampuan anak mengungkapkan hasil rabaan secara sederhana.