Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kepercayaan diri anak usia 5-6 tahun dalam berkomunikasi di kelas, yang di tunjukkan melalui sikap pasif, malu, dan kurang berani menyampaikan pendapat. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru dalam membangun kepercayaan diri anak melalui metode bercerita. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumenatasi terhadap satu guru, kepala sekolah, dan tiga anak usia 5-6 tahun. Analisi data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stategi bercerita yang interaktif, variative, dan adaptif mampu meningkatkan kepercayaan diri anak, ditandai dengan keberanian berbicara dan tampil di depan kelas. Faktor pendukung utama meliput penggunaan media, ekpresi guru, dan lingkungan belajar yang kondusif, sedangkan hambatan berupa rendahnya konsetrasi dan rasa malu anak. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan metode bercerita adaptif dan interakatif sebagai stategi komprehensif untuk meningkatkan kepercayaan diri anak usia dini. Inovasi dari penelitian ini terletak pada kualitas elemen perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dari stategi bercerita yang tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keberanian berbicara, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan sosial-emosional dan komunikasi pada anak.
Copyrights © 2026