Kota Yogyakarta memiliki identitas kuat sebagai kota pendidikan dengan jumlah mahasiswa mencapai ratusan ribu jiwa. Namun, kepadatan penduduk yang tinggi (>12.000 jiwa/km²) tidak dibarengi dengan ketersediaan ruang publik yang ideal, di mana capaian RTH publik baru menyentuh 8,063% dari target minimal 20%. Kondisi ini menyebabkan munculnya pemanfaatan ruang informal yang tidak aman dan minim fasilitas edukatif harian yang inklusif. Perancangan "Jogja Kawruh Hub" hadir sebagai solusi ruang publik edukatif hibrida yang mengintegrasikan sistem indoor dan outdoor secara fleksibel. Dengan menerapkan pendekatan Arsitektur Perilaku, perancangan ini fokus pada penciptaan behavior setting yang mendorong aktivitas literasi, diskusi, dan kolaborasi masyarakat. Fasilitas yang disediakan meliputi perpustakaan, co-learning space, amfiteater, hingga area bermain edukatif anak. Lokasi perancangan dipilih di kawasan strategis Jalan Jend. Sudirman karena kedekatannya dengan pusat kota dan zona pendidikan. Melalui konsep arsitektur kontemporer yang adaptif, Jogja Kawruh Hub diharapkan mampu meningkatkan kualitas interaksi sosial sekaligus memperkuat identitas Yogyakarta sebagai kota pembelajar yang humanis dan berkelanjutan. Kata Kunci: Ruang Publik Edukatif, Hibrida, Arsitektur Perilaku, Kota Yogyakarta, Literasi.
Copyrights © 2026