Perancangan Adolescent Wellness Center ini merespons peningkatan prevalensi obesitas remaja akibat eksistensi lingkungan obesogenik yang memfasilitasi perilaku sedenteri di kawasan urban. Melalui pendekatan Active Design, perancangan ini mengintervensi fenomena tersebut dengan merekayasa tata ruang dan sirkulasi dinamis guna memicu pergerakan fisik secara spontan bagi kelompok remaja dan dewasa muda. Fokus utama desain terletak pada transformasi tipologi fasilitas wellness center konvensional menjadi "Third Place" yang rekreatif dan adaptif bagi remaja. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan intervensi spasial yang efektif dalam memutus rantai perilaku sedenteri sekaligus meningkatkan kualitas hidup remaja secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026