Tuntutan akademik yang tinggi seringkali memicu fenomena academic burnout pada mahasiswa, terutama bagi mereka yang menjalankan peran ganda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan secara empiris tingkat antara mahasiswa dengan peran tunggal dan peran ganda. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif, sampel penelitian melibatkan 35 mahasiswa FITK UIN Sunan Kalijaga yang diambil melalui Teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan School Burnout Inventory (SBI) yang dianalisis dengan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan secara statistik pada tingkat academic burnout antara kedua kelompok (p = 0,990 > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa kompleksitas peran bukan penentu utama kelelahan akademik, sebaliknya faktor internal seperti manajemen waktu dan efikasi diri terbukti lebih determinan. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu memprioritaskan penguatan resiliensi melalui program pelatihan manajemen waktu, pengelolaan stress, peningkatan dukungan sosial, dan lain sebagainya untuk menjaga keseimbangan akademik mahasiswa.
Copyrights © 2026