Eva Latipah
Pendidikan Agama Islam, UIN Sunan Kalijaga, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Komparatif Tingkat Academic Burnout pada Mahasiswa Peran Tunggal dan Peran Ganda Yuni Sholihah; Eva Latipah; Tia Marlina; Annis Sholichah
Journal of Education Research Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i2.3622

Abstract

Tuntutan akademik yang tinggi seringkali memicu fenomena academic burnout pada mahasiswa, terutama bagi mereka yang menjalankan peran ganda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan secara empiris tingkat   antara mahasiswa dengan peran tunggal dan peran ganda. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif, sampel penelitian melibatkan 35 mahasiswa FITK UIN Sunan Kalijaga yang diambil melalui Teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan School Burnout Inventory (SBI) yang dianalisis dengan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan secara statistik pada tingkat academic burnout antara kedua kelompok (p = 0,990 > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa kompleksitas peran bukan penentu utama kelelahan akademik, sebaliknya faktor internal seperti manajemen waktu dan efikasi diri terbukti lebih determinan. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu memprioritaskan penguatan resiliensi melalui program pelatihan manajemen waktu, pengelolaan stress, peningkatan dukungan sosial, dan lain sebagainya untuk menjaga keseimbangan akademik mahasiswa.
Refleksi Metakognitif dalam PAI Berbasis Proyek: Transformasi Deep Learning dan Internalisasi Nilai Islami Siswa Annis sholichah; Eva Latipah; Yuni Sholihah
Journal of Education Research Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i2.3652

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadapi tantangan mendasar dalam memastikan bahwa aktivitas berbasis proyek tidak hanya menghasilkan produk teknis, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai keislaman secara autentik pada diri peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi mekanisme refleksi metakognitif dan regulasi diri sebagai penggerak utama transformasi surface learning menuju deep learning dalam pembelajaran PAI berbasis proyek (PjBL). Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus introspektif melalui kerangka practitioner research, data dikumpulkan secara triangulatif dari 41 mahasiswa semester 5 Program Studi PAI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui kuesioner daring, observasi partisipan, dan analisis dokumen proyek. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga mekanisme kunci: (1) interrogasi konseptual, (2) bridging value cognition, dan (3) regulasi kolaboratif. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan pada komponen evaluasi diri sebesar 39%, serta internalisasi nilai kejujuran (sidq) dan tanggung jawab (amanah) yang lebih kuat dibandingkan nilai-nilai lainnya. Penelitian ini mengajukan Model Integrasi Metakognisi-Nilai (MVIM) sebagai kerangka konseptual yang dapat dioperasionalisasikan dalam pembelajaran PAI berbasis proyek.
Peran Konsep Pendidikan Islam Abdurrahman An-Nahlawi dalam Pembentukan Karakter Siswa di Era Modern Anni Nurfaiza; Eva Latipah
Journal of Education Research Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i2.3653

Abstract

Kajian ini berupaya menginvestigasi secara mendalam konsepsi pendidikan Islam sebagaimana dipaparkan oleh Abdurrahman An-Nahlawi, seraya mengevaluasi urgensinya dalam konteks pembentukan karakter peserta didik pada zaman kontemporer. Dengan mengadopsi paradigma kualitatif yang didukung oleh metode studi literatur, penelaahan dilaksanakan terhadap opus-opus fundamental An-Nahlawi serta diskursus ilmiah terkini. Hasil investigasi mengindikasikan bahwa kerangka pemikiran pendidikan An-Nahlawi memiliki dimensi yang komprehensif, berpangkal pada prinsip tauhid, dan menyoroti pentingnya harmoni antara trilogi institusi pendidikan, yakni keluarga, institusi formal (sekolah), dan lingkungan masyarakat dalam memupuk karakter para pembelajar. Lebih lanjut, fondasi ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah diidentifikasi sebagai pilar esensial dalam proses penanaman nilai-nilai akhlak dan spiritualitas.