Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi makna cinta dalam Al-Qur’an melalui pendekatan analisis semantik serta menghubungkannya dengan relasi guru–murid dalam pendidikan Islam. Kajian ini berfokus pada tiga term utama, yaitu mahabbah, rahmah, dan mawaddah, yang dianalisis melalui pendekatan medan makna (semantic field) untuk mengungkap relasi, perbedaan nuansa, dan fungsi konseptual masing-masing istilah dalam Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, serta memanfaatkan teori semantik Toshihiko Izutsu sebagai pisau analisis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep cinta dalam Al-Qur’an tidak bersifat tunggal, melainkan membentuk struktur makna yang saling melengkapi. Mahabbah merepresentasikan cinta yang berorientasi pada nilai dan ketulusan, mawaddah menunjukkan cinta yang aktif dan relasional, sedangkan rahmah menggambarkan kasih sayang dan kepedulian. Ketiga konsep tersebut kemudian ditransformasikan ke dalam relasi pedagogis guru dan murid dalam bentuk empati, adab, dialog, dan bimbingan spiritual. Penelitian ini juga merumuskan model konseptual “relasi guru dan murid berbasis cinta Qur’ani” sebagai paradigma pendidikan Islam yang lebih humanistik, dialogis, dan transformatif. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis semantik Al-Qur’an dengan konstruksi relasi pedagogis secara spesifik dan sistematis.
Copyrights © 2026