Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konsep Cinta dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Relasi Guru–Murid (Analisis Semantik atas Term Mahabbah, Mawaddah, dan Rahmah) Rifan Basahona; Fathimah Azzahra Ilyas; Baso Pallawagau
Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur Vol. 4 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/motekar.v4i1.8411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi makna cinta dalam Al-Qur’an melalui pendekatan analisis semantik serta menghubungkannya dengan relasi guru–murid dalam pendidikan Islam. Kajian ini berfokus pada tiga term utama, yaitu mahabbah, rahmah, dan mawaddah, yang dianalisis melalui pendekatan medan makna (semantic field) untuk mengungkap relasi, perbedaan nuansa, dan fungsi konseptual masing-masing istilah dalam Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, serta memanfaatkan teori semantik Toshihiko Izutsu sebagai pisau analisis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep cinta dalam Al-Qur’an tidak bersifat tunggal, melainkan membentuk struktur makna yang saling melengkapi. Mahabbah merepresentasikan cinta yang berorientasi pada nilai dan ketulusan, mawaddah menunjukkan cinta yang aktif dan relasional, sedangkan rahmah menggambarkan kasih sayang dan kepedulian. Ketiga konsep tersebut kemudian ditransformasikan ke dalam relasi pedagogis guru dan murid dalam bentuk empati, adab, dialog, dan bimbingan spiritual. Penelitian ini juga merumuskan model konseptual “relasi guru dan murid berbasis cinta Qur’ani” sebagai paradigma pendidikan Islam yang lebih humanistik, dialogis, dan transformatif. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis semantik Al-Qur’an dengan konstruksi relasi pedagogis secara spesifik dan sistematis.
Analisis Fungsi Estetika dan Argumentatif Uslub Tasbih dalam Ayat-Ayat Makkiyah: Pendekatan Stilistika Al-Qur'an Rifan Basahona; Abdul Jabbar Tahir; Fathimah Azzahra Ilyas; Mohammad Harjum
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i2.8826

Abstract

Al-Qur'an menggunakan uslub tasybih sebagai salah satu strategi retorika yang paling menonjol dalam ayat-ayat Makkiyah, namun kajian yang secara khusus mengintegrasikan fungsi estetika dan argumentatif dari gaya bahasa ini masih relatif terbatas, sebab mayoritas penelitian balāgah cenderung memisahkan kedua dimensi tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola stilistika serta fungsi ganda uslub tasybih dalam ayat-ayat Makkiyah melalui pendekatan stilistika Al-Qur'an yang integratif. Penelitian menggunakan metode kualitatif kepustakaan (library research) dengan teknik analisis isi terhadap sepuluh ayat Makkiyah yang mengandung struktur tasybih, dianalisis berdasarkan rukun balāgah (musyabbah, musyabbah bih, adat al-tasybīh, dan wajh al-syabah) serta ditriangulasi dengan kitab-kitab balāgah klasik dan literatur stilistika kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi tasybih dalam ayat-ayat Makkiyah mengikuti pola tematik yang terprogram, meliputi tema eskatologi, kritik terhadap perilaku orang kafir, dan argumentasi tauhid, yang secara empiris mengonfirmasi tiga kategori fungsi tasybih: burhānī (pembuktian), tashwīrī (penggambaran), dan naqdī (kritik). Temuan utama menegaskan bahwa fungsi estetika dan argumentatif uslub tasybih bekerja secara simultan dan saling menguatkan: citraan yang dibangun melalui kontras, alur peristiwa, dan pemilihan diksi tidak berhenti pada capaian keindahan bahasa semata, tetapi menentukan kadar kekuatan argumen yang disampaikan. Penelitian ini berkontribusi menawarkan model analisis stilistika-balāgah yang integratif bagi pengembangan kajian retorika Al-Qur'an di Indonesia.
Analisis Integratif Adhrūb dan Aghrāḍ al-Khabar dalam Al-Qur'an: Perspektif ʿIlm al-Maʿānī Amar Ma’ruf; Fathimah Azzahra Ilyas; Fausiah; Haniah Mukhtar
Justice Legislation and Crime Journal Vol. 2 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jlc.v2i1.8799

Abstract

Kajian tentang uslūb al-khabar dalam Al-Qur'an selama ini cenderung dilakukan secara parsial, baik yang hanya berfokus pada bentuk penyampaian (aḍrūb al-khabar) maupun tujuan retorisnya (aghrāḍ al-khabar), sehingga belum menghasilkan gambaran yang integratif. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara aḍrūb dan aghrāḍ al-khabar dalam membangun makna retoris Al-Qur'an melalui perspektif ʿilm al-maʿānī. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif jenis library research dengan pendekatan balāghah, menggunakan teknik purposive sampling secara tematik (mawḍūʿī) terhadap tujuh unit analisis dari tujuh surah. Penelitian ini menghasilkan tiga temuan utama. Pertama, khabar ibtidā'ī tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi baru (fā'idat al-khabar), tetapi secara konsisten mengandung tujuan lanjutan berupa al-amr dan al-nahy secara implisit, sehingga berperan sebagai instrumen pembentukan etika dan perilaku. Kedua, khabar ṭalabī menunjukkan fleksibilitas tujuan yang dapat membawa fā'idat al-khabar maupun lāzim al-fā'idah, bergantung pada kondisi epistemologis mukhāṭab. Ketiga, khabar inkārī secara konsisten menggabungkan fungsi informatif dengan al-taḥdhīr melalui eskalasi perangkat taukīd yang proporsional dengan tingkat pengingkaran mukhāṭab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hubungan antara aḍrūb dan aghrāḍ al-khabar bersifat sistematis dan adaptif, mencerminkan prinsip muqtaḍā al-ḥāl yang menjadikan Al-Qur'an sebagai sistem komunikasi ilahiah yang dirancang secara presisi untuk memengaruhi dimensi kognitif, afektif, dan perilaku mukhāṭab secara sekaligus.