Penelitian ini bertujuan untuk meninjau pemahaman masyarakat Karo di Desa Buluh Naman tentang penggunaan ganti gelar tradisional dan kaitannya dengan iman Kristen. Metode yang digunakan adalah survei terhadap jemaat GBKP Runggun Buluh Naman dengan pendekatan dogmatika teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penggunaan nama ganti judul masih diyakini dapat memengaruhi kesehatan dan kehidupan seseorang. Namun, secara teologis, pemahaman tersebut berpotensi menimbulkan sinkretisme karena berkat dan penyembuhan sejatinya berasal dari Allah. Oleh karena itu, gereja perlu memberikan pemahaman yang benar kepada jemaat agar transformasi identitas dalam kehidupan Kristen tetap bersifat teosentris.
Copyrights © 2026