Penelitian ini berjudul Metafora Serangga dalam Peribahasa Melayu Analisis Semantik Kognitif yang bertujuan mendeskripsikan makna dan jenis metafora, serta skema citra yang terkandung dalam peribahasa Melayu yang menggunakan citra serangga. Penelitian ini berangkat dari pandangan bahwa bahasa mencerminkan cara berpikir dan sistem konseptual penuturnya, sementara peribahasa menjadi wadah untuk memahami nilai, pandangan hidup, dan pengalaman budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan semantik kognitif dengan teori metafora konseptual Lakoff dan Johnson (2003) serta teori pendukung dari Akbar & Rahman (2016), Nuryadin & Nur (2021), Mane (2016), dan Sutedi (2016) mengenai tiga jenis metafora, yaitu struktural, ontologis, dan orientasional. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi terhadap 100 peribahasa Melayu yang mengandung unsur serangga dari Pusat Rujukan Persuratan Melayu dan peribahasa di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora struktural merupakan jenis yang paling dominan, diikuti oleh metafora ontologis dan orientasional. Metafora struktural menggambarkan karakter dan perilaku manusia melalui pengalaman fisik dan sifat khas serangga. Analisis skema citra memperlihatkan dominasi skema aktivitas atau gerak berulang, bagian-keseluruhan, dan linear atau sebab-akibat, disertai kemunculan skema ruang, kekuatan, tingkatan, serta warna dan visualisasi. Secara umum, metafora serangga dalam peribahasa Melayu merefleksikan nilai moral, sosial, dan kultural masyarakat Melayu yang berpijak pada pengalaman ekologis dan pandangan hidup yang menekankan keseimbangan serta keharmonisan dengan alam.
Copyrights © 2026