Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara religiusitas, kesetaraan gender, dan pemahaman eko-humanis dalam menghadapi krisis lingkungan global. Dalam konteks perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang semakin akut, peran agama dan kesetaraan gender menjadi penting untuk membentuk paradigma baru yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Penelitian ini mengkaji bagaimana ajaran-ajaran agama dapat memengaruhi kesadaran ekologis masyarakat, bagaimana kesetaraan gender, terutama peran perempuan, dapat memperkuat upaya-upaya pelestarian lingkungan, dan bagaimana konsep eko-humanis yang menekankan keterhubungan antara manusia dan alam dapat dimobilisasi dalam menghadapi tantangan lingkungan global. Research question utama dalam penelitian ini adalah bagaimana religiusitas dan kesetaraan gender dapat membentuk pemahaman eko-humanis dan berkontribusi terhadap upaya mitigasi krisis lingkungan global. Untuk menjawab pertanyaan ini, penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Ajaran agama yang berfokus pada penghargaan terhadap alam dan solidaritas sosial dapat memperkuat kesadaran lingkungan di kalangan umat beragama. (2). Keterlibatan perempuan dalam gerakan ekologis terbukti memiliki dampak positif terhadap implementasi kebijakan lingkungan yang lebih adil dan berkelanjutan. (3). Pemahaman eko-humanis yang berbasis pada nilai-nilai agama dan kesetaraan gender mampu menghasilkan solusi yang lebih inklusif dan efektif untuk mengatasi krisis lingkungan.
Copyrights © 2026