Abdul Mufid
Institut Agama Islam Khozinatul Ulum

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

AL-QUR'AN SEBAGAI TEKS YANG HIDUP: Dinamika Hafalan dan Transmisi Lisan di Era Modern Abdul Mufid; Wan Khairul Aiman Wan Mokhtar
AL ITQAN: Jurnal Studi Al-Qur'an Vol 9 No 1 (2023): Al ITQAN: Jurnal Studi Al-Qur'an
Publisher : STAI AL-ANWAR SARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47454/alitqan.v9i1.998

Abstract

The Qur'an, as a living text, has continually adapted to the socio-cultural dynamics of diverse eras, including the challenges and opportunities presented by modernity. This study explores the dynamics of Qur'anic memorization and oral transmission in the modern era, focusing on how these practices navigate the tension between tradition and technological advancements. The research is guided by the central question how have modern tools and societal changes influenced the practice and perception of Qur'anic memorization and oral transmission. Qualitative methods with an ethnographic approach were used in this study. The findings reveal that while technological tools, such as digital Qur'an applications and online platforms, have facilitated access and learning, they also pose challenges to traditional methods, such as face-to-face teacher-student interactions.
Business Ethics and Implementation of Corporate Social Responsibility (CSR) of PT Amerta Indah Otsuka towards Community Empowerment Abdul Mufid; Rohmatun Nafiah
Journal of Creative Power and Ambition (JCPA) Vol. 4 No. 02 (2026): Journal of Creative Power and Ambition (JCPA)
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/jcpa.1571

Abstract

Business ethics and Corporate Social Responsibility (CSR) are vital elements in ensuring business sustainability and fostering harmonious relationships between a company and the community. PT Amerta Indah Otsuka upholds business ethics grounded in integrity, regulatory compliance, and a commitment to product quality and safety. These ethical principles guide all the company's operational activities, shaping its interactions with employees, consumers, business partners, and the general public. As a tangible expression of these ethics, PT Amerta Indah Otsuka implements various CSR programs focusing on health, the environment, social welfare, and education. These initiatives include health and healthy lifestyle education, sustainable environmental management, and social activities that support the well-being of communities surrounding the company's operational areas. The implementation of business ethics and CSR has yielded positive outcomes, such as heightened public awareness regarding health, environmental preservation, and the establishment of trust and strong relationships between the company and the community. Thus, it can be concluded that PT Amerta Indah Otsuka’s integration of business ethics with CSR plays a crucial role in supporting corporate sustainability while making a meaningful contribution to social development within the community.
Religiosity And Gender Equality: Forming An Eco-Humanistic Understanding In The Face Of The Global Environmental Crisis Muhammad Nabil; Ahmad Zaki Fuad; Abdul Mufid; Muhim Nailul Ulya; Muhammad Agus Ansori; Wan Khairul Aiman Wan Mokhtar
Empirisma: Jurnal Pemikiran dan Kebudayaan Islam Vol. 35 No. 1 (2026): Empirisma: Jurnal Pemikiran dan Kebudayaan Islam
Publisher : Prodi Studi Agama-agama Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v35i1.3476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara religiusitas, kesetaraan gender, dan pemahaman eko-humanis dalam menghadapi krisis lingkungan global. Dalam konteks perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang semakin akut, peran agama dan kesetaraan gender menjadi penting untuk membentuk paradigma baru yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Penelitian ini mengkaji bagaimana ajaran-ajaran agama dapat memengaruhi kesadaran ekologis masyarakat, bagaimana kesetaraan gender, terutama peran perempuan, dapat memperkuat upaya-upaya pelestarian lingkungan, dan bagaimana konsep eko-humanis yang menekankan keterhubungan antara manusia dan alam dapat dimobilisasi dalam menghadapi tantangan lingkungan global. Research question utama dalam penelitian ini adalah bagaimana religiusitas dan kesetaraan gender dapat membentuk pemahaman eko-humanis dan berkontribusi terhadap upaya mitigasi krisis lingkungan global. Untuk menjawab pertanyaan ini, penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Ajaran agama yang berfokus pada penghargaan terhadap alam dan solidaritas sosial dapat memperkuat kesadaran lingkungan di kalangan umat beragama. (2). Keterlibatan perempuan dalam gerakan ekologis terbukti memiliki dampak positif terhadap implementasi kebijakan lingkungan yang lebih adil dan berkelanjutan. (3). Pemahaman eko-humanis yang berbasis pada nilai-nilai agama dan kesetaraan gender mampu menghasilkan solusi yang lebih inklusif dan efektif untuk mengatasi krisis lingkungan.
Reconceptualizing islamic counseling for global mental health: An integrative framework Kholilurrohman Kholilurrohman; Abdul Mufid; Mowafg Abrahem Masuwd; Kauthar Razali
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 46 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v46.1.31114

Abstract

Purpose – The study aims to reconceptualize Islamic counseling by developing an integrative framework that contributes to the global mental health discourse. Specifically, it seeks to answer how Islamic counseling can be theoretically integrated with global mental health and evidence-based counseling approaches to promote psychological wellbeing and resilience among Muslim populations. Method – The study utilizes a conceptual and integrative literature review method, focusing on synthesizing key insights from global mental health literature, evidence-based counseling practices, and Islamic counseling principles. Relevant peer-reviewed international publications, policy reports, and theoretical models were systematically analyzed to identify conceptual intersections, highlight key findings, and address existing gaps in the literature. Result – The findings propose an Integrative Islamic counseling framework that bridges Islamic spiritual principles (such as meaning-making, self-regulation, resilience, and adaptive acceptance) with contemporary global mental health paradigms and evidence-based counseling practices. The framework positions Islamic counseling as a culturally responsive and complementary approach that enhances psychological wellbeing, resilience, and mental health promotion without opposing established clinical methods. Implication – This study has significant implications for both global mental health practices and the integration of Islamic principles into mainstream counseling. It provides a culturally relevant model for addressing mental health issues within Muslim communities and highlights the importance of incorporating diverse cultural and spiritual perspectives into psychological care, fostering resilience and psychological wellbeing. Originality/Value – The originality of this study lies in its proposal of an Integrative Islamic Counseling Framework, which is an underexplored area in the field of global mental health. *** Tujuan – Studi ini bertujuan untuk merekonseptualisasi konseling Islami dengan mengembangkan kerangka kerja integratif yang berkontribusi pada wacana kesehatan mental global. Secara khusus, studi ini berupaya menjawab bagaimana konseling Islami dapat diintegrasikan secara teoritis dengan kesehatan mental global dan pendekatan konseling berbasis bukti untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis dan ketahanan di kalangan populasi Muslim. Metode – Studi ini menggunakan metode tinjauan literatur konseptual dan integratif. Studi ini mensintesis wawasan utama dari literatur kesehatan mental global, praktik konseling berbasis bukti, dan prinsip-prinsip konseling Islami. Publikasi internasional yang relevan dan telah ditinjau oleh rekan sejawat, laporan kebijakan, dan model teoretis dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi persimpangan dan kesenjangan konseptual. Hasil – Temuan ini mengusulkan Kerangka Kerja Konseling Islami Integratif yang menjembatani prinsip-prinsip spiritual Islam (seperti penciptaan makna, pengaturan diri, ketahanan, dan penerimaan adaptif) dengan paradigma kesehatan mental global kontemporer dan praktik konseling berbasis bukti. Kerangka kerja ini memposisikan konseling Islami sebagai pendekatan yang responsif secara budaya dan komplementer yang meningkatkan kesejahteraan psikologis, ketahanan, dan promosi kesehatan mental tanpa bertentangan dengan metode klinis yang sudah mapan. Implikasi – Studi ini memiliki implikasi signifikan baik untuk praktik kesehatan mental global maupun integrasi prinsip-prinsip Islam ke dalam konseling arus utama. Studi ini menyediakan model yang relevan secara budaya untuk mengatasi masalah kesehatan mental dalam komunitas Muslim dan menyoroti pentingnya memasukkan beragam perspektif budaya dan spiritual ke dalam perawatan psikologis, menumbuhkan ketahanan dan kesejahteraan psikologis. Orisinalitas/Nilai – Orisinalitas studi ini terletak pada usulannya tentang Kerangka Konseling Islam Integratif, yang merupakan area yang kurang dieksplorasi dalam bidang kesehatan mental global.