Kemampuan pemecahan masalah sains merupakan kompetensi penting abad ke-21 yang efektivitas pengukurannya sangat dipengaruhi oleh pendekatan asesmen yang digunakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif efektivitas asesmen digital dan konvensional dalam mengukur kemampuan pemecahan masalah sains serta mengidentifikasi kelebihan dan keterbatasannya. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review mengikuti pedoman PRISMA 2020 terhadap artikel lima tahun terakhir yang diperoleh dari berbagai basis data jurnal bereputasi dan nasional. Dari 27 artikel yang teridentifikasi, 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen digital lebih efektif dalam mengungkap proses berpikir, strategi, dan refleksi peserta didik, sedangkan asesmen konvensional lebih konsisten dalam mengukur hasil kuantitatif dengan tingkat validitas dan reliabilitas yang stabil. Kesimpulannya, tidak terdapat satu pendekatan asesmen yang mutlak unggul; efektivitas pengukuran optimal dapat dicapai melalui pemanfaatan asesmen digital dan konvensional secara komplementer sesuai dengan tujuan dan konteks pembelajaran sains.
Copyrights © 2026