Masa pemerintahan khalifah Utsman bin Affan termasuk fase krusial dalam sejarah politik Islam awal yang menunjukkan dinamika antara kekuasaan, legitimasi, dan stabilitas pemerintahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ekspansi wilayah dan kebijakan politik nepotisme dalam membentuk legitimasi kekuasaan pada masa Khalifah Utsman bin Affan. Sebagai khalifah ketiga dari Khulafaur Rasyidin, Utsman berhasil memperluas kekuasaan Islam hingga Afrika Utara, Armenia, dan Asia Tengah, serta membentuk armada laut pertama yang menjadikan Islam sebagai kekuatan darat sekaligus maritim global. Namun, kebijakan pengangkatan pejabat dari kalangan Bani Umayyah menimbulkan persepsi adanya praktik nepotisme yang melemahkan kepercayaan publik terhadap pemerintahannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis-kritis dengan metode deskriptif-komparatif melalui studi pustaka terhadap sumber-sumber klasik dan jurnal terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspansi besar-besaran pada masa Utsman memperkuat hegemoni politik dan militer Islam, tetapi ketidakseimbangan dalam distribusi kekuasaan dan lemahnya komunikasi politik menimbulkan krisis legitimasi yang memuncak pada peristiwa al-fitnatul kubra. Dengan demikian, kajian ini menegaskan bahwa keberhasilan politik kekuasaan tanpa dukungan legitimasi moral dan sosial berpotensi menimbulkan disintegrasi, sehingga prinsip keadilan dan transparansi menjadi landasan utama bagi stabilitas pemerintahan Islam.
Copyrights © 2026