Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara burnout dan perilaku self-harm dengan mempertimbangkan peran disregulasi emosi sebagai variabel mediator. Penelitian menggunakan pendekatan systematic literature review dengan menganalisis 10 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2021–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa burnout berkontribusi terhadap meningkatnya distress emosional yang berdampak pada menurunnya kemampuan individu dalam meregulasi emosi. Disregulasi emosi berperan sebagai mekanisme utama yang menjelaskan bagaimana stres kronis berkembang menjadi perilaku coping maladaptif seperti self-harm. Perilaku self-harm ditemukan sebagai strategi pelepasan emosi jangka pendek yang justru memperkuat pola psikologis maladaptif dalam jangka panjang. Penelitian ini menekankan pentingnya intervensi berbasis regulasi emosi dalam upaya pencegahan perilaku self-harm, khususnya pada populasi rentan seperti mahasiswa.
Copyrights © 2026