Anemia pada remaja putri merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada kualitas hidup, prestasi belajar, dan produktivitas generasi muda. Rendahnya pengetahuan, kurangnya kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), serta gaya hidup yang tidak sehat menjadi faktor penyebab utama tingginya prevalensi anemia. Program Pendampingan Remaja Putri Tangguh Bebas Anemia dilaksanakan di SMA Negeri 10 Semarang sebagai bentuk pengabdian masyarakat dengan dukungan pendanaan Hibah DPPM Kemendiktisaintek 2025. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri dalam pencegahan anemia, membentuk kader kesehatan remaja yang tangguh, serta menghasilkan produk inovatif berupa modul, poster, dan video edukasi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui lima tahapan, yaitu: (1) persiapan dan koordinasi dengan mitra sekolah, (2) rekrutmen dan pembekalan 40 kader kesehatan remaja kelas X dan XI, (3) penyusunan serta distribusi media edukatif, (4) pendampingan kader dalam edukasi teman sebaya dan pemantauan kepatuhan konsumsi TTD, serta (5) evaluasi hasil kegiatan bersama sekolah dan Puskesmas Genuk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan remaja putri, terbentuknya 40 kader kesehatan aktif, serta tersedianya produk inovatif edukasi yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Partisipasi sekolah, orang tua, dan masyarakat juga meningkat, sementara Puskesmas Genuk berperan dalam monitoring kesehatan remaja. Kesimpulannya, program ini bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran, keterlibatan, dan kepatuhan remaja putri terhadap pencegahan anemia, serta memperkuat sinergi antara sekolah, keluarga, dan layanan kesehatan. Keberlanjutan program diharapkan dapat diperluas melalui kolaborasi dengan puskesmas dan pengembangan media digital.
Copyrights © 2025