Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Meningkatkan Kapasitas Kader Melalui Penyegaran Kader Posyandu Balita Mengenai Pengisian SIP Dan KMS Di Wilayah Rw 07 Desa Mranggen Kecamatan Mranggen Arlia Rimadia; Yanuan Ben Olina; Amin Samiasih
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v2i1.10863

Abstract

Kader posyandu seharusnya memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baik, Salah satu perannya adalah menyediakan data faktual kondisi sasaran melalui Sistem Informasi Posyandu (SIP), pengisian KMS atau buku KIA oleh kader. Tujuan: untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan kader Posyandu yang pada akhirnya akan mendukung percepatan pengembangan desa dan mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini difasilitasi oleh Mahasiswa Profesi Ners Stase Komunitas Universitas Muhammadiyah. Jumlah kader Posyandu yang hadir 13 orang kader di RW 07 desa Mranggen. Metode: pelaksanaan kegiatan meliputi pemaparan materi mengenai SIP dan KIA, simulasi pengisian SIP dan grafik pertumbuhan anak, dan diskusi kelompok terarah. Pihak puskesmas hadir di kegiatan ini sebagai informasi kunci. Hasil kegiatan penyegaran kader adalah terjadi peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pelatihan dengan hasil rata-rata pretest 68, post test 80, sehingga rata-rata peningkatan pengetahuan sebanyak 11 poin. Kader juga praktek sistem 5 meja posyandu, praktek penyuluhan dan pencatatan pelaporan. Luaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dihasilkannya modul dan publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sarana dan prasarana supaya bisa dilengkapi sehingga pelayanan posyandu dapat lebih dioptimalkan. Kader posyandu lebih meningkatkan motivasi untuk melakukan penyuluhan. Kesimpulan: penyegaran kader posyandu tentang pengisian SIP, KMS di RW 07 Desa Mranggen Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, terjadi peningkatan kemampuan.
Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Seksual dan Reproduksi Melalui Pendidikan Kesehatan di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda Desa Kangkung Asfina Andini; Edy Soesanto; Dewi Setyawati; Siti Aisah; Much Nurkharistna Al Jihad; Ernawati Ernawati; Yanuan Ben Olina
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v3i2.13819

Abstract

Masalah kesehatan seksual dan reproduksi pada anak masih banyak terjadi di Indonesia. Permasalah ini dapat berdampak negatif terhadap kehidupan anak dimasa yang akan datang baik dari segi fisik, psikis maupun sosial. Pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi merupakan salah satu program pokok Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta dapat menjadi bekal bagi anak agar terhindar dari perilaku yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan seksual dan reproduksinya. Metode yang digunakan diantaranya ceramah, audio-visual, demonstrasi serta role play terkait area pribadi tubuh, cara merawat organ reproduksi, tanda dan masa pubertas, kekerasan/pelecehan seksual pada anak. Edukasi ditujukan kepada seluruh siswa dan siswi MI Miftahul Huda kelas 3, 4, 5 dan 6. Hasil kegiatan menunjukkan, pengetahuan baik pada anak kelas 5 dan 6 sebesar 60.8%, dan anak kelas 3 dan 4 sebesar 58.3%.  Kesimpulan, mayoritas tingkat pengetahuan anak meningkat setelah edukasi diberikan.
Pendampingan Remaja Putri Tangguh Bebas Anemia di SMA Negeri 10 Semarang: Edukasi, Kader, dan Inovasi Media sebagai Strategi Pencegahan Siti Aisah; Yanuan Ben Olina; Purwanti Susantini; Reda Anggraeni; Sarah Yasmina Astuti; Kukuh Ardiansyah Tri Ananta
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v5i2.19657

Abstract

Anemia pada remaja putri merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada kualitas hidup, prestasi belajar, dan produktivitas generasi muda. Rendahnya pengetahuan, kurangnya kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), serta gaya hidup yang tidak sehat menjadi faktor penyebab utama tingginya prevalensi anemia. Program Pendampingan Remaja Putri Tangguh Bebas Anemia dilaksanakan di SMA Negeri 10 Semarang sebagai bentuk pengabdian masyarakat dengan dukungan pendanaan Hibah DPPM Kemendiktisaintek 2025. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri dalam pencegahan anemia, membentuk kader kesehatan remaja yang tangguh, serta menghasilkan produk inovatif berupa modul, poster, dan video edukasi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui lima tahapan, yaitu: (1) persiapan dan koordinasi dengan mitra sekolah, (2) rekrutmen dan pembekalan 40 kader kesehatan remaja kelas X dan XI, (3) penyusunan serta distribusi media edukatif, (4) pendampingan kader dalam edukasi teman sebaya dan pemantauan kepatuhan konsumsi TTD, serta (5) evaluasi hasil kegiatan bersama sekolah dan Puskesmas Genuk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan remaja putri, terbentuknya 40 kader kesehatan aktif, serta tersedianya produk inovatif edukasi yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Partisipasi sekolah, orang tua, dan masyarakat juga meningkat, sementara Puskesmas Genuk berperan dalam monitoring kesehatan remaja. Kesimpulannya, program ini bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran, keterlibatan, dan kepatuhan remaja putri terhadap pencegahan anemia, serta memperkuat sinergi antara sekolah, keluarga, dan layanan kesehatan. Keberlanjutan program diharapkan dapat diperluas melalui kolaborasi dengan puskesmas dan pengembangan media digital.
Membangun kebiasaan sehat sejak dini dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada anak di Sanggar Belajar Penang, Malaysia Yanuan Ben Olina; Nury Sukraeny; Dwi Saftantri
Jurnal Surya Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.8.1.2025.12-19

Abstract

The development of clean and healthy lifestyle behaviors (PHBS) from an early age is essential for a child's growth. This community service activity, conducted at Sanggar Belajar Penang, Malaysia, aimed to provide education on PHBS and encourage healthy habits in children. Seventeen children aged 6 to 11 years participated in the activity, which included material presentations, handwashing demonstrations, and education on healthy eating habits. The results showed that children could understand and practice proper hygiene and health behaviors. This activity underscores the importance of continuous education in PHBS and recommends further engagement with parents to ensure sustainability
Membangun kebiasaan sehat sejak dini dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada anak di Sanggar Belajar Penang, Malaysia Yanuan Ben Olina; Nury Sukraeny; Dwi Saftantri
Jurnal Surya Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.8.1.2025.12-19

Abstract

The development of clean and healthy lifestyle behaviors (PHBS) from an early age is essential for a child's growth. This community service activity, conducted at Sanggar Belajar Penang, Malaysia, aimed to provide education on PHBS and encourage healthy habits in children. Seventeen children aged 6 to 11 years participated in the activity, which included material presentations, handwashing demonstrations, and education on healthy eating habits. The results showed that children could understand and practice proper hygiene and health behaviors. This activity underscores the importance of continuous education in PHBS and recommends further engagement with parents to ensure sustainability