Ketidakmampuan dalam melakukan pemodelan matematika dan ketergantungan pada rumus prosedural seringkali menjadi hambatan utama bagi siswa dalam menyelesaikan persoalan logika kuantitatif yang kompleks. Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir taktis dan efisien, mengingat standar kompetensi akademik tingkat tinggi yang menuntut ketajaman penalaran, bukan sekadar hafalan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendampingan intensif selama 20 pertemuan bagi siswa MAN 1 Kota Gorontalo dengan menerapkan metode Heuristik, yang meliputi teknik eliminasi strategis, substitusi variabel, dan visualisasi masalah. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas kognitif siswa, yang tercermin dari kenaikan rata-rata skor pre-test sebesar 30-45 menjadi 85-90 pada post-test. Selain peningkatan nilai secara kuantitatif, siswa menunjukkan perubahan perilaku kognitif yang lebih berani dalam menghadapi soal tipe Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan lebih efisien dalam manajemen waktu pengerjaan. Kesimpulannya, penguasaan metode heuristik terbukti efektif menjadi jembatan bagi siswa dalam mentransformasi masalah kuantitatif yang kompleks menjadi solusi yang logis dan terstruktur, sehingga sangat direkomendasikan untuk diterapkan sebagai pengayaan kurikulum di tingkat madrasah.
Copyrights © 2026