Jasa pinjaman online yang semakin marak membuat banyak orang tergiur untuk menggunakan jasa tersebut. Berdasarkan data terbaru dan adanya berbagai kasus terkait pinjaman online di kalangan gen z, salah satu penyebab timbulnya fenomena ini adalah karena tingginya impulsive buying yang disebabkan oleh kurangnya regulasi diri. Penelitian untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dan impulsive buying di kalangan gen z dan besaran pengaruh kedua variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendeketan kuantitatif korelasional dengan partisipan sebanyak 200 responden yang berkriteria sebagai gen z yang berdomisili di jawa timur dan sedang menggunakan jasa pinjaman online. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa Short Self-Regulation Questionnaire dan Buying Impulsiveness Tendency Scale, lalu data yang telah diperoleh akan dianalisis menggunakan Spearman’s Rho. Hasil menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan antara regulasi diri dan impulsive buying pada pengguna pinjol di kalangan gen z, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,081 dan nilai signifikasi antar variabel sebesar 0,255 (p>0,05). Temuan lainnya adalah koefisien determinasi variabel regulasi diri dengan variabel impulsive buying sebesar 0,018. Artinya, variabel regulasi diri hanya mempengaruhi 1,8% dan 98,2% dipengaruhi oleh variabel faktor lain. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa regulasi diri bukan merupakan faktor utama yang mempengaruhi impulsive buying pada pengguna pinjaman online di kalangan generasi Z. Oleh karena itu, Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat mengkaji impulsive buying pada pengguna pinjol dengan melibatkan variabel lain yang belum diteliti. Abstract The increasing prevalence of online lending services has attracted many individuals, including Generation Z, to use these services. Based on recent data and several cases involving online loans among Generation Z, one factor contributing to this phenomenon is high impulsive buying behavior associated with low self-regulation. This study aims to examine the relationship between self-regulation and impulsive buying among Generation Z and to determine the magnitude of the effect between these variables. This study employed a quantitative correlational approach involving 200 respondents who met the criteria of being Generation Z, residing in East Java, and currently using online lending services. The instruments used were the Short Self-Regulation Questionnaire and the Buying Impulsiveness Tendency Scale, and the data were analyzed using Spearman’s Rho correlation. The results showed that there was no significant relationship between self-regulation and impulsive buying among Generation Z online loan users, with a correlation coefficient of 0.081 and a significance value of 0.255 (p > 0.05). The coefficient of determination was 0.018, indicating that self-regulation contributed only 1.8% to impulsive buying, while 98.2% was influenced by other factors. These findings indicate that self-regulation is not the primary factor influencing impulsive buying among Generation Z online loan users. Therefore, future research is recommended to examine other variables that may influence impulsive buying behavior in this population.
Copyrights © 2026