Pendidikan inklusi menekankan pemenuhan hak belajar bagi semua peserta didik tanpa diskriminasi, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Namun, implementasi pendidikan inklusi di sekolah dasar Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait kesiapan dan kompetensi guru. Penelitian ini bertujuan untuk: mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan guru dalam pendidikan inklusi, mengkaji tantangan yang muncul dalam implementasinya, dan merumuskan strategi pengembangan kompetensi guru yang efektif. Metode yang digunakan adalah narrative literature review dengan menelusuri 35 artikel ilmiah dari Google Scholar, ERIC, DOAJ, ResearchGate, dan jurnal nasional terakreditasi yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2024. Kriteria inklusi meliputi artikel peer-reviewed yang membahas kompetensi guru, pendidikan inklusi di jenjang sekolah dasar, strategi pembelajaran diferensiatif, dan program pelatihan guru. Analisis dilakukan melalui thematic coding, kategorisasi, dan sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi: keterbatasan kompetensi pedagogik guru dalam diferensiasi pembelajaran dan asesmen individual, kurangnya pengetahuan profesional mengenai karakteristik ABK, minimnya dukungan fasilitas dan regulasi sekolah, serta lemahnya kolaborasi antar pemangku kepentingan (guru, GPK, orang tua, tenaga ahli). Novelty kajian ini terletak pada kerangka analisis integratif yang menghubungkan tiga dimensi tantangan kompetensi individual, kelembagaan, dan relasional sebagai sistem yang saling terkait. Kontribusi teoritis kajian ini adalah tersedianya model konseptual pengembangan kompetensi guru inklusif yang dapat menjadi referensi bagi peneliti, praktisi, dan pengambil kebijakan pendidikan.
Copyrights © 2026