Pemantauan pergerakan pesawat secara real-time merupakan elemen vital dalam keselamatan penerbangan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Flightradar24 sebagai alat bantu untuk memantau di Unit Flight Following PT Citilink Indonesia, mengidentifikasi kendala operasional, serta mengevaluasi strategi optimalisasi yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis tematik model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi teknik (observasi, wawancara, dan dokumentasi) terhadap aktivitas pemantauan rute domestik dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Flightradar24 terbukti efektif memenuhi dimensi Goal Attainment (Pencapaian Tujuan) dan Integration (Integrasi) dalam teori efektivitas organisasi. Temuan ini secara empiris mendukung teori Adopsi Teknologi (Technology Adoption) dan Situational Awareness, di mana visualisasi data real-time mampu meningkatkan kecepatan deteksi dini terhadap deviasi operasional (seperti holding atau divert) dibandingkan metode konvensional. Namun, efektivitas sistem masih terkendala pada dimensi Access dan Adaptation akibat instabilitas teknis (blank spot) pada area minim receiver, keterbatasan fitur analitik pada akun tipe Basic, serta belum adanya pelatihan terstandar. Sebagai implikasi manajerial dan kebijakan, penelitian merekomendasikan perlunya regulasi teknis turunan CASR 121.127 untuk menstandardisasi penggunaan fasilitas publik sebagai sistem monitoring sekunder, penerapan strategi redundansi sistem, dan peningkatan kompetensi Flight Operations Officer (FOO) guna memitigasi risiko latensi data.
Copyrights © 2025