Ahmad Mubarok
Program Studi Operasi Pesawat Udara, Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Kuantitatif Pengaruh Komunikasi dalam Peningkatan Efektifitas Kerja Flight Operation Officer di Operation Control Center Bunga Taj Nasywa; Dede Ardian; Yasyfa’ Kawakibi; Ahmad Mubarok
WARTA ARDHIA Vol. 51 No. 2 (2025)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v51i2.570.93-102

Abstract

Komunikasi efektif antara personel operasional penerbangan memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan dan kelancaran operasi penerbangan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kesalahan komunikasi menjadi salah satu faktor utama dalam kecelakaan penerbangan yang berkaitan dengan human error. Dalam lingkungan Operation Control Center (OCC), Flight Operation Officer (FOO) bertanggung jawab melakukan koordinasi operasional penerbangan, termasuk penyampaian informasi rencana penerbangan, kondisi cuaca, perubahan rute, serta koordinasi dengan unit operasional lainnya. Ketidakefektifan komunikasi dalam proses tersebut berpotensi menimbulkan kesalahan operasional, keterlambatan penerbangan, serta menurunkan kinerja operasional maskapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi terhadap kinerja Flight Operation Officer di Operation Control Center PT Citilink Indonesia. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan survei terhadap 57 Flight Operation Officer. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji t serta koefisien determinasi dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja Flight Operation Officer dengan nilai t hitung sebesar 7,083 lebih besar dari t tabel 2,004 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,467 menunjukkan bahwa komunikasi menjelaskan 46,7% variasi kinerja. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan pengaruh yang moderat antara komunikasi dan kinerja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi maskapai dalam meningkatkan kualitas komunikasi operasional guna mendukung keselamatan dan efisiensi penerbangan.
Analisis Penggunaan Flightradar24 Pada Unit Flight Following PT. Citilink Indonesia Anta Dijaya; Ahmad Mubarok
WARTA ARDHIA Vol. 51 No. 2 (2025)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v51i2.572.56-67

Abstract

Pemantauan pergerakan pesawat secara real-time merupakan elemen vital dalam keselamatan penerbangan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Flightradar24 sebagai alat bantu untuk memantau di Unit Flight Following PT Citilink Indonesia, mengidentifikasi kendala operasional, serta mengevaluasi strategi optimalisasi yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis tematik model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi teknik (observasi, wawancara, dan dokumentasi) terhadap aktivitas pemantauan rute domestik dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Flightradar24 terbukti efektif memenuhi dimensi Goal Attainment (Pencapaian Tujuan) dan Integration (Integrasi) dalam teori efektivitas organisasi. Temuan ini secara empiris mendukung teori Adopsi Teknologi (Technology Adoption) dan Situational Awareness, di mana visualisasi data real-time mampu meningkatkan kecepatan deteksi dini terhadap deviasi operasional (seperti holding atau divert) dibandingkan metode konvensional. Namun, efektivitas sistem masih terkendala pada dimensi Access dan Adaptation akibat instabilitas teknis (blank spot) pada area minim receiver, keterbatasan fitur analitik pada akun tipe Basic, serta belum adanya pelatihan terstandar. Sebagai implikasi manajerial dan kebijakan, penelitian merekomendasikan perlunya regulasi teknis turunan CASR 121.127 untuk menstandardisasi penggunaan fasilitas publik sebagai sistem monitoring sekunder, penerapan strategi redundansi sistem, dan peningkatan kompetensi Flight Operations Officer (FOO) guna memitigasi risiko latensi data.