Penurunan muka tanah (land subsidence) merupakan fenomena geodinamik yang berdampak signifikan terhadap kawasan pesisir, terutama dalam meningkatkan risiko banjir rob, intrusi air laut, serta kerusakan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besaran dan pola spasial penurunan muka tanah di wilayah pesisir Kabupaten Tegal bagian barat. Wilayah pesisir Kabupaten Tegal bagian barat termasuk area yang rentan terhadap fenomena ini akibat dominasi sedimen aluvial dan tekanan aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi besaran dan pola spasial penurunan muka tanah menggunakan metode Differential Global Positioning System (D-GPS) multiepoch. Pengukuran dilakukan pada 40 titik pengamatan yang sama pada tahun 2023 dan 2025 untuk memperoleh perubahan elevasi vertikal (Δh). Data hasil pengukuran dianalisis secara statistik dan diolah menggunakan teknik interpolasi spasial untuk menghasilkan peta distribusi subsidensi secara kontinu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh titik mengalami penurunan muka tanah dengan rata-rata sebesar 3,62 cm dalam periode dua tahun atau sekitar 1,81 cm/tahun. Nilai penurunan berkisar antara 2,2 cm hingga 5,7 cm dengan pola distribusi yang heterogen, di mana nilai tertinggi umumnya ditemukan pada kawasan pesisir dan tambak. Temuan ini mengindikasikan bahwa wilayah penelitian mengalami subsidensi aktif yang berpotensi meningkatkan kerentanan terhadap banjir rob. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa informasi spasial detail sebagai dasar dalam perencanaan mitigasi bencana dan pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026