Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penurunan Muka Tanah Menggunakan Data Hibrida UAV-DSM dan D-GPS di Pesisir Kabupaten Tegal Bagian Barat Fakhri Taifik Alhakim; Aditya Saputra
EL-JUGHRAFIYAH Vol. 6 No. 1 (2026): El-Jughrafiyah : February, 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan muka tanah (land subsidence) merupakan fenomena geodinamik yang berdampak signifikan terhadap kawasan pesisir, terutama dalam meningkatkan risiko banjir rob, intrusi air laut, serta kerusakan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besaran dan pola spasial penurunan muka tanah di wilayah pesisir Kabupaten Tegal bagian barat. Wilayah pesisir Kabupaten Tegal bagian barat termasuk area yang rentan terhadap fenomena ini akibat dominasi sedimen aluvial dan tekanan aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi besaran dan pola spasial penurunan muka tanah menggunakan metode Differential Global Positioning System (D-GPS) multiepoch. Pengukuran dilakukan pada 40 titik pengamatan yang sama pada tahun 2023 dan 2025 untuk memperoleh perubahan elevasi vertikal (Δh). Data hasil pengukuran dianalisis secara statistik dan diolah menggunakan teknik interpolasi spasial untuk menghasilkan peta distribusi subsidensi secara kontinu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh titik mengalami penurunan muka tanah dengan rata-rata sebesar 3,62 cm dalam periode dua tahun atau sekitar 1,81 cm/tahun. Nilai penurunan berkisar antara 2,2 cm hingga 5,7 cm dengan pola distribusi yang heterogen, di mana nilai tertinggi umumnya ditemukan pada kawasan pesisir dan tambak. Temuan ini mengindikasikan bahwa wilayah penelitian mengalami subsidensi aktif yang berpotensi meningkatkan kerentanan terhadap banjir rob. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa informasi spasial detail sebagai dasar dalam perencanaan mitigasi bencana dan pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan.
Evaluasi Performa DEM Sensor Visual (RGB) terhadap DEM Sensor LiDAR melalui Perbandingan Elevasi dan Volume Sedimen di Bendung Kamijoro M Aziz Anggara; Afif Ari Wibowo; Aditya Saputra; Jumadi
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i1.1731

Abstract

Sediment mapping is an important aspect of dam management because sediment accumulation can reduce storage capacity and interfere with intake performance. This study aims to compare the performance of Digital Elevation Models (DEM) derived from visual sensors (RGB) with LiDAR DEMs through elevation difference analysis and sediment volume estimation at the Kamijoro Dam. Data were obtained through Unmanned Aerial Vehicle (UAV) surveys at a flight altitude of 120 m, then processed to generate DEMs from each sensor. The analysis was conducted by calculating the elevation difference at the comparison points and comparing the estimated sediment volumes produced. The results showed that the visual DEM was able to represent the general surface elevation pattern, but showed greater elevation variation compared to the LiDAR DEM. The minimum elevation difference recorded was −4.3046 m, the maximum was 9.4975 m, with an average value of 1.0323 m. In the sediment volume estimation, the LiDAR DEM produced a volume of 85,612.456 m³, while the visual DEM produced 128,596.23 m³. This difference indicates a tendency for overestimation in the visual DEM, which is thought to be caused by limitations in separating the ground surface from vegetation and non-surface objects. Relative to the LiDAR DEM, these results show that the visual DEM has higher elevation variability in complex surface conditions.