Pemanfaatan NEP sebagai APH memiliki beberapa keunggulan karena dapat bertahan di dalam tanah tanpa adanya inang. Terdapat 30 famili nematoda yang menjadi parasit bagi invertebrata dan tujuh diantaranya berpotensi sebagai NEP seperti Mermithidae, Allantonematidae, Neotylenchidae, Sphaerularidae, Rhabditidae, Steinernematidae, dan Heterorhabditidae. Kediri memiliki potensi yang cukup besar sebagai sumber isolat NEP mengingat kondisi agroekosistem yang memungkinkan keberadaan NEP dengan luas lahan pertanian sebesar 82.884 ha setara dengan 64% total luas lahan. Penelitian ini bertujuan mempelajari pola persebaran kerapatan NEP pada lahan tebu berdasarkan titik pengambilan sampel. Lahan dengan luas 600 m2 dibagi menjadi 5 titik sampel secara menyilang. Pengambilan sampel tanah asal 5 titik sampel dibagi menjadi 10 titik sub-sampel dengan pola bintang. Isolasi dilakukan dengan metode baiting dan white trap, sedangkan perhitungan kerapatan dilakukan sebanyak 3 kali pada setiap ulangan. Analisis statitik menggunakan pengujian Kruskal-Wallis dilanjutkan dengan visualisasi menggunakan ArcGIS. Kerapatan terendah berada pada titik 1 dan 2, meningkat sedikit pada titik 4, lalu meningkat kembali di titik 5 dan paling tinggi terletak di titik 3. Secara visual, agregasi NEP di lapangan mengikuti pola distribusi terpusat. Perbedaan kerapatan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti intensitas penyinaran yang berpengaruh terhadap suhu dan kelembaban tanah.
Copyrights © 2026