Ramadhani Mahendra Kusuma
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) Lubang Resapan Biopori sebagai Upaya Pencegahan Banjir di Desa Karanglo, Kabupaten Jombang Zeti Salsabila Putri Itsnaini; Ghefira Pramesthi Cesaridha; Ananda Nurhaliza Suyatno; Nely Nailufar; Melinda krisnia Sri Wahyuni; Ramadhani Mahendra Kusuma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v1i6.2082

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di Desa Karanglo yang belum teratasi dengan baik dapat menyebabkan kelangkaan sumber daya air, memperburuk situasi saat hujan turun, dan menyebabkan banjir. Salah satu langkah pencegahan banjir serta pengelolaan sampah organik adalah dengan membuat lubang resapan biopori. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pedoman komprehensif tentang pembuatan teknologi tepat guna berupa lubang resapan biopori di Desa Karanglo untuk mengurangi genangan air yang menyebabkan banjir saat musim hujan. Untuk mengatasi minimnya pemahaman masyarakat terkait pemanfaatan lubang resapan biopori maka diterapkan metode pemberian informasi pemanfaatan lubang resapan biopori. Kegiatan ini diikuti oleh 20 anggota ibu-ibu PKK. Lubang resapan biopori telah dibuat dan ditempatkan di lokasi strategis yang rentan terhadap genangan air. Keuntungan dari penggunaan teknologi lubang resapan biopori adalah dapat mengatasi permasalahan yang timbul akibat genangan air dan menguraikan sampah organik menjadi kompos.
Diversity and Low Parasitism of Egg Parasitoids Associated with Maize (Zea mays) in Madura, Indonesia Panca Ayu Virgirl; Wiwin Windriyanti; Ramadhani Mahendra Kusuma
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 15 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v15i2.832-840

Abstract

This study aimed to explore and identify egg parasitoids associated with maize (Zea mays) in Keleyan Village, Bangkalan Regency, Madura. Field observations were conducted during both vegetative and generative growth stages using a direct survey method. Eggs of lepidopteran pests were collected and reared under laboratory conditions to observe the emergence of adult parasitoids. The results showed that only one genus of egg parasitoid was found, namely Trichogramma spp., which parasitized the eggs of Spodoptera frugiperda at a parasitism rate of 17.3%. This rate was low for a biological control program. These findings indicate that the presence of natural parasitoids in the study area was not sufficiently effective in suppressing pest populations under natural conditions. Nevertheless, Trichogramma spp. still shows potential as a biological control agent, particularly if supported by augmentative or conservation-based approaches. This results can be used as foundation for the development of ecological-based environmentally friendly, and sustainable pest control strategies in lowland maize cultivation systems, especially in the Madura region.
Studi Pola Persebaran Nematoda Entomopatogen di Lahan Tebu Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri Arman Adrian Maulana; Ramadhani Mahendra Kusuma; Noni Rahmadhini
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 21 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/dx5wh934

Abstract

Pemanfaatan NEP sebagai APH memiliki beberapa keunggulan karena dapat bertahan di dalam tanah tanpa adanya inang. Terdapat 30 famili nematoda yang menjadi parasit bagi invertebrata dan tujuh diantaranya berpotensi sebagai NEP seperti Mermithidae, Allantonematidae, Neotylenchidae, Sphaerularidae, Rhabditidae, Steinernematidae, dan Heterorhabditidae. Kediri memiliki potensi yang cukup besar sebagai sumber isolat NEP mengingat kondisi agroekosistem yang memungkinkan keberadaan NEP dengan luas lahan pertanian sebesar 82.884 ha setara dengan 64% total luas lahan. Penelitian ini bertujuan mempelajari pola persebaran kerapatan NEP pada lahan tebu berdasarkan titik pengambilan sampel. Lahan dengan luas 600 m2 dibagi menjadi 5 titik sampel secara menyilang. Pengambilan sampel tanah asal 5 titik sampel dibagi menjadi 10 titik sub-sampel dengan pola bintang. Isolasi dilakukan dengan metode baiting dan white trap, sedangkan perhitungan kerapatan dilakukan sebanyak 3 kali pada setiap ulangan. Analisis statitik menggunakan pengujian Kruskal-Wallis dilanjutkan dengan visualisasi menggunakan ArcGIS. Kerapatan terendah berada pada titik 1 dan 2, meningkat sedikit pada titik 4, lalu meningkat kembali di titik 5 dan paling tinggi terletak di titik 3. Secara visual, agregasi NEP di lapangan mengikuti pola distribusi terpusat. Perbedaan kerapatan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti intensitas penyinaran yang berpengaruh terhadap suhu dan kelembaban tanah.