Kebijakan subsidi pemerintah merupakan instrumen fiskal strategis yang bertujuan melindungi daya beli masyarakat berpendapatan rendah. Namun, efektivitas implementasinya kerap dipertanyakan oleh berbagai kalangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi masyarakat terhadap implementasi kebijakan subsidi (BBM, LPG 3 kg, dan pangan) serta menganalisis dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui dokumentasi dan Studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat menilai kebijakan subsidi memiliki urgensi yang tinggi, namun mengidentifikasi kelemahan fundamental pada aspek ketepatan sasaran, mekanisme distribusi, dan transparansi pengelolaan. Dampak subsidi terhadap kesejahteraan bersifat multidimensional: positif dalam menjaga daya beli dan mengurangi beban pengeluaran, namun berpotensi negatif apabila menimbulkan ketergantungan jangka panjang. Penelitian ini merekomendasikan reformasi kebijakan subsidi menuju sistem berbasis penerima manfaat yang terverifikasi data, disertai penguatan mekanisme pengawasan partisipatif.
Copyrights © 2026