Pneumonia masih menjadi penyebab utama kematian anak balita sehingga diperlukan harmonisasi peraturan perundang-undangan untuk memperkuat perlindungan kesehatan anak dan meningkatkan efektivitas layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh harmonisasi regulasi terhadap akses dan efektivitas pencegahan serta penanganan pneumonia pada anak di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method legal research melalui metode yuridis normatif dan yuridis empiris. Populasi penelitian meliputi peraturan perundang-undangan terkait kesehatan anak dan pneumonia, fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, serta pemangku kebijakan kesehatan. Sampel dipilih secara purposive untuk dokumen dan informan kunci serta stratified random sampling untuk fasilitas kesehatan. Instrumen penelitian terdiri atas analisis dokumen, kuesioner, lembar observasi, dan wawancara semi terstruktur. Analisis data dilakukan melalui content analysis, analisis komparatif hukum, analisis statistik deskriptif dan inferensial, serta analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harmonisasi regulasi berhubungan dengan peningkatan akses imunisasi, percepatan layanan pengobatan pneumonia, dan penurunan disparitas kesehatan anak. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa sinkronisasi regulasi nasional dan daerah serta integrasi pedoman klinis internasional diperlukan untuk memperkuat perlindungan kesehatan anak dan menurunkan mortalitas pneumonia secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026