Perilaku social withdrawal dapat muncul pada berbagai kelompok usia, termasuk remaja, dan sering kali terlihat dalam lingkungan pendidikan melalui kecenderungan siswa menjauh dari interaksi dengan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku social withdrawal pada salah satu siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Takalar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus (case study). Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa RAP memperlihatkan perilaku social withdrawal berupa kecenderungan menyendiri dalam berbagai situasi, kurang terlibat dalam aktivitas kelompok, menghindari komunikasi dengan teman sebaya, memiliki sensitivitas emosional yang tinggi, serta menunjukkan rasa malu dalam situasi sosial tertentu. Perilaku tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengalaman interpersonal yang kurang menyenangkan dapat mempengaruhi perkembangan sosial dan emosional peserta didik sehingga mendorong munculnya perilaku menarik diri di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026