Penelitian ini membahas tantangan pelestarian bahasa ibu di tengah arus digitalisasi yang kian pesat. Fenomena globalisasi dan kemajuan teknologi telah menyebabkan pergeseran penggunaan bahasa ibu ke bahasa nasional dan asing, terutama di kalangan generasi muda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor penyebab menurunnya penggunaan bahasa ibu serta mengidentifikasi upaya strategis dalam melestarikannya. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka yang mengumpulkan literatur dari jurnal, artikel, dan laporan riset terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa dominasi media digital, pendidikan formal yang kurang mendukung bahasa lokal, serta persepsi inferior terhadap bahasa ibu menjadi penyebab utama krisis ini. Namun, berbagai inisiatif seperti digitalisasi bahasa daerah, kampanye komunitas, dan pembelajaran bilingual di sekolah menjadi langkah positif dalam pelestarian bahasa ibu. Penelitian ini menegaskan pentingnya keterlibatan keluarga, institusi pendidikan, dan pemerintah dalam menjaga keberlangsungan warisan linguistik bangsa.
Copyrights © 2026