Panrita: Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah serta Pembelajarannya
Vol 6, No 1 (2026): PANRITA: Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah

CAMPUR RAGAM BAHASA PADA ANAK PENUTUR MAKASSAR DI ERA DIGITAL: KAJIAN PEMEROLEHAN BAHASA

Dedi Risaldi (Universitas Negeri Makassar)
Deni Indrawan (Universitas Negeri Makassar)



Article Info

Publish Date
26 Feb 2026

Abstract

language (L1) acquisition in early childhood and to describe the phenomenon of mixed language varieties in children's speech from a psycholinguistic perspective. The study used a qualitative descriptive method with a psycholinguistic approach, referring to Creswell's (2018) qualitative research framework which emphasizes naturalistic inquiry, purposive sampling, and interpretive analysis. The data source was a 3-year-old child who was exposed to digital content via YouTube for 2-3 hours per day. Data were collected through observation, recording, and field notes, then analyzed using data condensation, data presentation, and drawing and verifying conclusions. The results showed that exposure to digital content contributed to enriching the child's Indonesian vocabulary. However, the interaction between Makassar as the family language and Indonesian as digital input gave rise to the phenomenon of mixed language varieties. Two main patterns were found, namely insertion code-mixing and syntactic interference. These findings indicate that the child is in the early stages of bilingual language acquisition, where the two language systems are not yet fully separated.  This research positions digital media as a third linguistic agent in language acquisition, contributing to the emerging field of digital psycholinguistics. Abstrak:  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh paparan konten digital terhadap pemerolehan bahasa pertama (B1) pada anak usia dini serta mendeskripsikan fenomena campur ragam bahasa dalam tuturan anak dari perspektif psikolinguistik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikolinguistik, mengacu pada kerangka penelitian kualitatif Creswell (2018) yang menekankan inkuiri naturalistik, pengambilan sampel purposif, dan analisis interpretatif. Sumber data adalah seorang anak berusia 3 tahun yang terpapar konten digital melalui YouTube selama 2-3 jam per hari. Data dikumpulkan melalui observasi, rekam, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis menggunakan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan serta verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan konten digital berkontribusi dalam memperkaya kosakata bahasa Indonesia pada anak. Namun, interaksi antara bahasa Makassar sebagai bahasa keluarga dan bahasa Indonesia sebagai input digital memunculkan fenomena campur ragam bahasa. Ditemukan dua pola utama, yaitu campur kode insersi dan interferensi sintaksis. Temuan ini menunjukkan bahwa anak berada pada tahap awal pemerolehan bahasa bilingual, di mana kedua sistem bahasa belum sepenuhnya terpisah. Penelitian ini menempatkan media digital sebagai agen kebahasaan ketiga dalam pemerolehan bahasa, berkontribusi pada bidang psikolinguistik digital yang sedang berkembang. Kata kunci: ragam bahasa; pemerolehan bahasa; era digital

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

Panrita-bsdp

Publisher

Subject

Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Other

Description

Panrita publishes research papers on teaching of Bugis and Makassar languages literature and linguistics Panrita present new things and significance of research for scientific progress in one of the fields of education of the Bugis and Makassar languages published manuscripts This journal accepted ...