Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan akrupama melalui model story telling siswa kelas X SMAN 4 Jeneponto. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMAN 4 Jeneponto yang berjumlah 252 siswa. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik random sampling sebanyak 36 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan akrupama menggunakan kegiatan story telling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan akrupama melalui model story telling siswa kelas X SMAN 4 Jeneponto masih tergolong rendah. Dari 36 siswa, sebanyak 29 siswa atau 81% memperoleh nilai di bawah kriteria ketuntasan minimum 75, sedangkan hanya 7 siswa atau 19% yang memperoleh nilai di atas kriteria ketuntasan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam pengorganisasian cerita, intonasi, pelafalan, penggunaan bahasa, serta gestur dalam kegiatan bercerita. Oleh karena itu, diperlukan penerapan model pembelajaran yang lebih inovatif dan komunikatif untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran bahasa daerah.
Copyrights © 2026