Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi siswa pada pembelajaran IPAS di kelas V SDN 2 Banjarsari Kulon. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan kedua keterampilan abad ke-21 tersebut melalui implementasi pendekatan deep learning. Subjek penelitian terdiri atas 23 siswa kelas V, dilaksanakan pada Februari 2026 di SDN 2 Banjarsari Kulon. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes uraian, dan dokumentasi, yang dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya tren peningkatan statistik yang konsisten dari Siklus I hingga Siklus II. Skor rata-rata aktivitas guru melonjak dari 78,94 menjadi 94,73 (Baik Sekali), sedangkan aktivitas siswa meningkat dari 50,00 (Cukup) menjadi 90,00 (Baik Sekali). Dampak intervensi ini berhasil menaikkan nilai rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa dari 58,00 (Cukup) menjadi 86,96 (Sangat Baik) serta mengukuhkan skor rata-rata kolaborasi siswa dari 57,18 (Cukup) menjadi 86,59 (Sangat Baik). Dapat disimpulkan bahwa pendekatan deep learning efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi siswa secara holistik. Rekomendasinya, pendekatan inovatif ini layak diterapkan guru secara luas untuk mengoptimalkan pembelajaran bermakna dan interaktif di sekolah dasar.
Copyrights © 2026