Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kesetaraan gender menurut pemikiran Amina Wadud Muhsin serta keterkaitannya dengan sistem pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, di mana data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dari berbagai literatur ilmiah seperti buku dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amina Wadud menekankan kesetaraan gender sebagai prinsip fundamental dalam Al-Qur'an yang sering kali terdistorsi oleh penafsiran patriarkal. Melalui pendekatan hermeneutika berbasis tauhid, ia mengajukan prinsip kesalingan (mutuality) dan keadilan antara laki-laki dan perempuan. Dalam konteks pendidikan Islam, pemikiran ini mengimplikasikan perlunya rekonstruksi kurikulum dan metodologi pembelajaran agar lebih inklusif, egaliter, dan bebas dari stereotip gender. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam harus menjadi ruang yang memberikan akses setara bagi perempuan tidak hanya sebagai objek, tetapi juga sebagai subjek aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan sosial-keagamaan sesuai dengan nilai rahmatan lil ‘alamin.
Copyrights © 2026