Feminism is a field of study within cultural psychology that addresses the inequality of gender relations in society. In its development, feminist ideology often confronts persistently strong patrilineal cultural values. One such school of feminism is radical feminism, which positions patriarchy as the primary source of oppression and discrimination against women. This study aims to critically examine the concept of radical feminism and its relevance in the context of a patriarchal culture. This study employed a qualitative approach with a critical literature review of various literature discussing radical feminism and gender relations. The results of the study indicate that radical feminism emphasizes the dismantling of patriarchal structures and the promotion of women's autonomy in various aspects of life. However, in societies with strong cultural values and social norms, these ideas often spark debate regarding their application. The implications of this research demonstrate the importance of understanding feminist discourse contextually so that efforts to achieve gender equality can take into account the social and cultural dynamics developing within society.Feminisme merupakan salah satu kajian dalam psikologi budaya yang membahas ketimpangan relasi gender dalam masyarakat. Dalam perkembangannya, ideologi feminisme seringkali berhadapan dengan nilai budaya patrilineal yang masih kuat. Salah satu aliran feminisme adalah feminisme radikal yang menempatkan patriarki sebagai sumber utama penindasan dan diskriminasi terhadap perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis konsep feminisme radikal serta relevansinya dalam konteks budaya patriarki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode critical literature review terhadap berbagai literatur yang membahas feminisme radikal dan relasi gender. Hasil kajian menunjukkan bahwa feminisme radikal menekankan pembongkaran struktur patriarki serta mendorong otonomi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan. Namun dalam masyarakat yang memiliki nilai budaya dan norma sosial yang kuat, gagasan tersebut seringkali menimbulkan perdebatan mengenai penerapannya. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya memahami diskursus feminisme secara kontekstual agar upaya mewujudkan kesetaraan gender dapat mempertimbangkan dinamika sosial dan budaya yang berkembang dalam masyarakat.
Copyrights © 2026