Gangguan menstruasi, khususnya dismenore (nyeri haid), merupakan keluhan kesehatani yang paling sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas harian serta konsentrasi belajar. Kurangnya informasi ilmiah membuat banyak remaja belum mampu melakukan penanganan mandiri secara tepat. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (pengabmas) ini bertujuan untuk mendeteksi keluhan reproduksi dini, meningkatkan pengetahuan, serta melatih keterampilan remaja putri dalam mengelola gangguan menstruasi secara mandiri non-farmakologis. Metode: Kegiatan dilaksanakan di Desa Pangan Jaya dengan sasaran remaja putri. Pendekatan intervensi melalui skrining menstruasi dan edukasi mestruasi, gangguan mentruasi serta manajemen nyeri mentruasi melalui penyuluhan interaktif. Evaluasi peningkatan pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil: Hasil skrining menunjukkan sebagian besar remaja putri mengalami dismenore primer derajat ringan yaitu 40% hingga sedang yaitu 35%. Pasca-intervensi, terjadi peningkatan berarti pada skor pengetahuan remaja putri dari pengetahuan kurang yaitu 75% menjadi pengetahuan baik yaitu 60% Kesimpulan: Kegiatan skrining, edukasi, dan manajemen ini terbukti efektif meningkatkan kesiapan dan kapasitas remaja putri di Desa Pangan Jaya dalam menghadapi gangguan menstruasi secara mandiri. Pemerintah desa dan kader disarankan untuk mengintegrasikan kegiatan ini ke dalam program Posyandu Remaja secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026