Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026

Pengaruh Upah Minimum Provinsi terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka dan Produktivitas Tenaga Kerja di Provinsi Sumatera Utara Periode 2015–2025

Deslia Ningsih Sagala (Universitas Negeri Medan)
Yusrina Arfah Lubis (Universitas Negeri Medan)
Febriana Krisdayanti Barus (Universitas Negeri Medan)
Yudi Putra Silalahi (Universitas Negeri Medan)
Irma Siagian (Universitas Negeri Medan)



Article Info

Publish Date
08 Jun 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah Minimum Provinsi (UMP) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Produktivitas Tenaga Kerja di Provinsi Sumatera Utara selama periode 2015–2025. Penelitian ini dilakukan karena sebagian besar studi terdahulu hanya mengkaji dampak upah minimum terhadap satu indikator ketenagakerjaan secara terpisah, sehingga pemahaman mengenai pengaruhnya terhadap pengangguran dan produktivitas secara simultan masih terbatas. Data yang digunakan berupa data time series triwulanan sebanyak 44 observasi; variabel yang tersedia secara triwulanan (TPT, pertumbuhan ekonomi, inflasi) bersumber langsung dari BPS dan Bank Indonesia, sedangkan variabel yang hanya tersedia tahunan (produktivitas tenaga kerja dan IPM) dikonversi ke frekuensi triwulanan menggunakan interpolasi linier. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan dua persamaan terpisah, yang didahului oleh uji stasioneritas Augmented Dickey-Fuller (ADF) dan ARDL Bounds Test untuk mengakomodasi orde integrasi variabel yang bercampur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMP riil berpengaruh negatif dan signifikan terhadap TPT (β = –3,051E-6; p = 0,002), yang mengindikasikan bahwa peningkatan UMP berkontribusi terhadap penurunan tingkat pengangguran terbuka. Selain itu, UMP riil berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja (β = 0,066; p = 0,003), yang mendukung teori efficiency wage. Pertumbuhan ekonomi juga terbukti berpengaruh signifikan dalam menurunkan TPT dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan UMP tidak hanya berperan dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja, tetapi juga berpotensi mendukung perbaikan kinerja pasar tenaga kerja dan produktivitas ekonomi daerah.

Copyrights © 2026