Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Upah Minimum Provinsi terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka dan Produktivitas Tenaga Kerja di Provinsi Sumatera Utara Periode 2015–2025 Deslia Ningsih Sagala; Yusrina Arfah Lubis; Febriana Krisdayanti Barus; Yudi Putra Silalahi; Irma Siagian
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v4i2.1976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah Minimum Provinsi (UMP) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Produktivitas Tenaga Kerja di Provinsi Sumatera Utara selama periode 2015–2025. Penelitian ini dilakukan karena sebagian besar studi terdahulu hanya mengkaji dampak upah minimum terhadap satu indikator ketenagakerjaan secara terpisah, sehingga pemahaman mengenai pengaruhnya terhadap pengangguran dan produktivitas secara simultan masih terbatas. Data yang digunakan berupa data time series triwulanan sebanyak 44 observasi; variabel yang tersedia secara triwulanan (TPT, pertumbuhan ekonomi, inflasi) bersumber langsung dari BPS dan Bank Indonesia, sedangkan variabel yang hanya tersedia tahunan (produktivitas tenaga kerja dan IPM) dikonversi ke frekuensi triwulanan menggunakan interpolasi linier. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan dua persamaan terpisah, yang didahului oleh uji stasioneritas Augmented Dickey-Fuller (ADF) dan ARDL Bounds Test untuk mengakomodasi orde integrasi variabel yang bercampur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMP riil berpengaruh negatif dan signifikan terhadap TPT (β = –3,051E-6; p = 0,002), yang mengindikasikan bahwa peningkatan UMP berkontribusi terhadap penurunan tingkat pengangguran terbuka. Selain itu, UMP riil berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja (β = 0,066; p = 0,003), yang mendukung teori efficiency wage. Pertumbuhan ekonomi juga terbukti berpengaruh signifikan dalam menurunkan TPT dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan UMP tidak hanya berperan dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja, tetapi juga berpotensi mendukung perbaikan kinerja pasar tenaga kerja dan produktivitas ekonomi daerah.
Analisis Indikator Kinerja Pembangunan Daerah: Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (Ipm), Kemiskinan Dan Pengangguran Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Sumatera Utara Febriana Krisdayanti Barus; Charles Fransiscus Ambarita
JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 2 (2026): April : JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jise.v4i2.1736

Abstract

Latar belakang penelitian ini berakar pada fenomena kemajuan yang tidak merata di antara indikator pembangunan di Sumatera Utara, di mana Indeks Pembangunan Manusia (IPM), meskipun diklasifikasikan dalam kategori “tinggi”, belum secara konsisten berkontribusi pada penurunan tingkat pengangguran. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh IMB, tingkat kemiskinan, dan tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda menggunakan data deret waktu dari tahun 2010 hingga 2025 yang bersumber dari BPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, IPM, kemiskinan, dan pengangguran secara signifikan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah. Secara parsial, IMB memiliki pengaruh positif dan signifikan, menunjukkan bahwa investasi dalam kualitas modal manusia meningkatkan produktivitas ekonomi. Sebaliknya, baik tingkat kemiskinan maupun tingkat pengangguran terbuka menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan, yang menyiratkan bahwa peningkatan variabel-variabel ini cenderung menghambat ekspansi ekonomi. Lebih lanjut, variabel independen yang dimasukkan dalam model ini menjelaskan 49,49% variasi pertumbuhan ekonomi, sedangkan proporsi sisanya dijelaskan oleh faktor eksternal di luar cakupan penelitian ini. Hasil ini menyoroti pentingnya penerapan kebijakan yang menyelaraskan pengembangan sumber daya manusia dengan tuntutan pasar tenaga kerja untuk mengatasi masalah pengangguran terdidik.
ANALISIS PENGARUH NILAI TRANSAKSI SAHAM SYARIAH TERHADAP PERGERAKAN IHSG DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2023-2025 Yusrina Arfah Lubis; Cindy Andriani; Febriana Krisdayanti Barus; Putri Kemala Dewi Lubis
JIM : Journal Of International Management Vol 5 No 01 (2026): JIM : Journal Of International Management
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/jim.v5i01.2468

Abstract

This study aims to empirically examine the effect of sharia stock transaction value on the Composite Stock Price Index (IHSG) at the Indonesia Stock Exchange during 2023–2025. Using a quantitative approach with simple linear regression (OLS), secondary time series data from the IDX and OJK were analyzed. The results show that sharia stock transaction value has a positive and statistically significant effect on IHSG. The coefficient of determination (R-Squared) of 0.590602 indicates that approximately 59.06% of IHSG variation is explained by sharia stock transaction value. These findings confirm that increased trading activity in the sharia stock segment provides positive market sentiment and strengthens the sharia capital market as a key driver of IHSG movement in Indonesia.
Analisis Indikator Kinerja Pembangunan Daerah: Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (Ipm), Kemiskinan Dan Pengangguran Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Sumatera Utara Febriana Krisdayanti Barus; Charles Fransiscus Ambarita
JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 2 (2026): April : JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jise.v4i2.1736

Abstract

Latar belakang penelitian ini berakar pada fenomena kemajuan yang tidak merata di antara indikator pembangunan di Sumatera Utara, di mana Indeks Pembangunan Manusia (IPM), meskipun diklasifikasikan dalam kategori “tinggi”, belum secara konsisten berkontribusi pada penurunan tingkat pengangguran. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh IMB, tingkat kemiskinan, dan tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda menggunakan data deret waktu dari tahun 2010 hingga 2025 yang bersumber dari BPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, IPM, kemiskinan, dan pengangguran secara signifikan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah. Secara parsial, IMB memiliki pengaruh positif dan signifikan, menunjukkan bahwa investasi dalam kualitas modal manusia meningkatkan produktivitas ekonomi. Sebaliknya, baik tingkat kemiskinan maupun tingkat pengangguran terbuka menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan, yang menyiratkan bahwa peningkatan variabel-variabel ini cenderung menghambat ekspansi ekonomi. Lebih lanjut, variabel independen yang dimasukkan dalam model ini menjelaskan 49,49% variasi pertumbuhan ekonomi, sedangkan proporsi sisanya dijelaskan oleh faktor eksternal di luar cakupan penelitian ini. Hasil ini menyoroti pentingnya penerapan kebijakan yang menyelaraskan pengembangan sumber daya manusia dengan tuntutan pasar tenaga kerja untuk mengatasi masalah pengangguran terdidik.