Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Nilai Konsumtif Mahasiswa Pendidikan Ekonomi 2022 Irma Siagian; Saidun Hutasuhut; Dewi Larasati Sinaga; Fitry Ulinda Tinambunan; Sarah Lylia Saragi; Veranita Sitio; Yefoni Valentina Banjar
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7692

Abstract

This research aims to analyze the influence of financial literacy on the consumptive behavior of students in the Economic Education Study Program, Medan State University class of 2022. The research uses a correlational quantitative approach with survey methods. Data was collected through a Likert scale-based questionnaire that measures financial literacy and consumer behavior. The results show that financial literacy has a significant influence on student consumptive behavior with a coefficient of determination (R²) of 38.3%. Students with a higher level of financial literacy tend to be wiser in managing their finances, so they are able to suppress consumer behavior. This research emphasizes the importance of financial literacy education as an effort to increase students’ financial awareness to support their financial independence in the future.
Analisis Kelayakan Bisnis Barkode Rice Bowl & Grill di Medan Baru: Pendekatan Makro, SWOT, dan Keuangan Tri Febriani Sipayung; Trivena Kezia Br Silaban; Solagratia Raya Manalu; Putri Kemala Dewi Lubis; Irma Siagian
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset ini bertujuan untuk menilai kelayakan Barkode Rice Bowl & Grill, sebuah kafe yang menyajikan menu rice bowl dan berlokasi di wilayah Medan Baru, Kota Medan. Kajian kelayakan bisnis ini mencakup berbagai dimensi penting, yaitu analisis makro ekonomi (aspek ekonomi, kependudukan, sosial budaya, regulasi, dan teknologi), analisis SWOT, strategi pemasaran (segmentasi, target pasar, posisi merek, serta bauran pemasaran), pengelolaan sumber daya manusia, proses produksi dan operasional, serta kondisi keuangan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap supervisor dan observasi langsung di lokasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keunggulan utama Barkode Rice Bowl & Grill terletak pada lokasi yang sangat strategis, penerapan konsep open kitchen, serta struktur organisasi yang luwes. Di sisi lain, kelemahan yang teridentifikasi meliputi minimnya dokumentasi manajemen, sistem upah yang masih berada di bawah Upah Minimum Regional (UMR), serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital. Dari perspektif keuangan, usaha ini mampu menghasilkan laba bersih rata-rata Rp50–60 juta per bulan, yang mencerminkan kinerja sehat meskipun belum memiliki sistem pembukuan yang baku. Secara keseluruhan, Barkode Rice Bowl & Grill dinyatakan layak untuk dioperasikan dan dikembangkan, dengan catatan diperlukan peningkatan strategis, khususnya dalam digitalisasi pemasaran, penataan laporan keuangan, serta penyesuaian terhadap standar ketenagakerjaan
Analisis Kelayakan Finansial dan Strategi Pengembangan Usaha Kuliner (Studi Kasus pada Warung Bakso Mas Ronggo di Medan) Hanifah Hanum; Christina Hotma Tondini Turnip; Krisna Sarinauli Lumban Siantar; Putri Kemala Dewi Lubis; Irma Siagian
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan finansial secara komprehensif dan merumuskan strategi pengembangan usaha mikro kuliner, dengan studi kasus pada Warung Bakso Mas Ronggo di Medan. Pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain studi kasus digunakan. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemilik, dan dokumentasi, serta dilengkapi data sekunder dari BPS Medan dan literatur terkait. Analisis kelayakan finansial menggunakan Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), Payback Period (PP), dan Break-Even Point (BEP), sedangkan analisis strategis menggunakan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan seluruh indikator finansial melampaui batas kelayakan: PI sebesar 2,39 (>1), Payback Period sekitar 5,02 bulan (<1 tahun), laba bersih bulanan Rp49.777.500, dan BEP sekitar Rp56.400.000 per bulan, jauh di bawah proyeksi pendapatan Rp139.500.000. Analisis SWOT mengungkap kekuatan strategis pada lokasi, harga, dan konsistensi produk. Disimpulkan bahwa Warung Bakso Mas Ronggo layak secara finansial dan layak dijalankan. Rekomendasi utama meliputi optimalisasi pemasaran digital melalui media sosial dan platform pesan-antar, penambahan variasi menu secara berkala, serta penerapan sistem manajemen keuangan digital yang terstruktur
STRATEGI UMKM MULTIFUNGSI: STUDI KELAYAKAN TOKO LASDINAR DI TENGAH TANTANGAN EKONOMI DAN DIGITALISASI Ria Sigiro; Hesti Siagian; Egi Sebayang; Putri Lubis; Irma Siagian
Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL EKONOMI MANAJEMEN DAN BISNIS
Publisher : PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER MANAJEMEN INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS ASIA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jubis.v7i1.2978

Abstract

UMKM multifungsi yang menggabungkan penjualan sembako, alat tulis kantor (ATK), dan jasa print memiliki potensi strategis di kawasan pemukiman padat penduduk dan dekat institusi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan bisnis dan strategi adaptasi digital pada Toko Lasdinar di Jalan HM Yamin, Medan, dengan fokus pada aspek makro ekonomi, analisis SWOT, pemasaran, sumber daya manusia, operasional, dan keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan, serta data sekunder dari literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bisnis multifungsi ini layak dikembangkan karena lokasi strategis menciptakan permintaan stabil, dengan jasa print sebagai kontributor pendapatan utama (Rp200.000/hari) didukung penjualan sembako dan ATK (Rp100.000/hari). Namun, ditemukan kelemahan signifikan berupa rendahnya literasi digital (belum terdaftar di Google Maps, tanpa media sosial, tanpa kasir digital, tanpa layanan pesan-antar), keterbatasan SDM (dikelola satu orang), serta tampilan fisik toko yang kurang rapi tanpa papan nama dan papan harga. Keunggulan kompetitif terletak pada sistem utang berbasis kepercayaan dengan pelanggan tetap. Penelitian ini menyimpulkan bahwa usaha tersebut memiliki fondasi layak namun memerlukan intervensi strategis berupa peningkatan literasi digital, penataan fisik toko, adopsi sistem pencatatan keuangan digital, serta sinergi antara internal pemilik dan dukungan eksternal (pelatihan, permodalan, kebijakan pemerintah) agar mampu bersaing di era ekonomi digital.