Usaha ekowisata yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sering kali terhambat oleh minimnya kelayakan komersial dan rendahnya kapasitas tata kelola lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memetakan model bisnis berkelanjutan dan menganalisis parameter studi kelayakan pada operasional ekowisata BUMDes. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengekstraksi dan menyintesis data dari 15 artikel jurnal nasional yang terbit pada periode 2021–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Community-Based Tourism (CBT) dan Destination Management Organizations (DMO) merupakan model bisnis yang paling efektif diterapkan untuk mencegah kebocoran ekonomi lokal (economic leakage). Lebih lanjut, implementasi studi kelayakan yang komprehensif meliputi analisis kelayakan finansial, teknis infrastruktur dan daya dukung lingkungan (carrying capacity) terbukti krusial dalam meminimalisir risiko kegagalan investasi. Peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) secara berkelanjutan juga sangat ditentukan oleh sinergi kolaboratif, kepemimpinan yang visioner dan mental kewirausahaan pengurus. Kesimpulannya, keberhasilan ekowisata BUMDes sangat membutuhkan integrasi yang presisi antara kelayakan komersial dan tata kelola konservasi.
Copyrights © 2026