Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan utama di Pulau Sebatik, namun rendahnya harga Tandan Buah Segar (TBS) yang diterima petani berdampak terhadap tingkat pendapatan dan kesejahteraan petani. Kondisi tersebut diduga disebabkan oleh keterlibatan banyak lembaga pemasaran dalam rantai distribusi, yang mengakibatkan meningkatnya biaya pemasaran serta menurunnya efisiensi pemasaran TBS. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pemasaran serta tingkat efisiensi pemasaran tandan buah segar di Pulau Sebatik. Data penelitian diperoleh melalui kegiatan observasi lapangan, wawancara menggunakan kuesioner, serta pengumpulan data pendukung dari instansi terkait. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Analisis saluran distribusi dan fungsi pemasaran dilakukan secara deskriptif kualitatif, sedangkan efisiensi pemasaran diukur secara kuantitatif menggunakan indikator margin pemasaran, farmer’s share, dan rasio keuntungan terhadap biaya, yang mencerminkan distribusi nilai, tingkat keuntungan pelaku pemasaran, serta posisi tawar petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima saluran pemasaran TBS, di mana masing-masing saluran menjalankan fungsi pemasaran yang berbeda. Berdasarkan hasil analisis kuantitatif, saluran pemasaran III merupakan saluran yang paling efisien, ditunjukkan oleh margin pemasaran yang paling kecil yaitu sebesar Rp147,00/kg serta nilai farmer’s share tertinggi sebesar 89,16%. Temuan ini memberikan kontribusi empiris dalam kajian efisiensi pemasaran komoditas perkebunan, serta menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan petani, seperti kelompok tani atau koperasi, guna meningkatkan posisi tawar petani dan efisiensi pemasaran tandan buah segar di Pulau Sebatik
Copyrights © 2026