Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Petani untuk Meningkatkan Kapasitas dalam Bermitra dengan Perusahaan Agribisnis Sekar Inten Mulyani; Ulfa Rohmatul Khasanah
JURNAL TRITON Vol 17 No 1 (2026): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v17i1.1719

Abstract

Salah satu upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian adalah melalui pemberdayaan petani. Peningkatan kualitas tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat dan perusahaan. Perusahaan dapat melakukan pemberdayaan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), yang dalam perkembangannya diwujudkan dalam bentuk kemitraan sebagai bagian dari strategi bisnis melalui model bisnis inklusif. Kemitraan antara petani dan perusahaan menjadi upaya meningkatkan kesejahteraan petani karena memberikan kepastian pasar dan harga yang layak. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) mengetahui pemberdayaan petani melalui CSR kemitraan dan (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas petani dalam kemitraan. Penelitian dilaksanakan di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, dengan 30 responden petani jahe mitra binaan PT SM. Penelitian berlangsung pada Agustus–Oktober 2024. Proses pemberdayaan meliputi tiga tahap, yaitu penyadaran, penguatan kapasitas, dan pendampingan. Kegiatan CSR kemitraan ini bertujuan memperkuat kapasitas petani agar mampu menjadi mitra bisnis dalam rantai pasok bahan baku industri jamu. Data kuantitatif dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan hanya variabel motivasi petani (X3) yang berpengaruh signifikan terhadap kapasitas petani, sedangkan kualitas pendampingan (X1) dan akses sumber daya (X2) tidak berpengaruh. Nilai R² sebesar 47,8% menunjukkan model mampu menjelaskan hampir separuh variasi kapasitas petani. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan motivasi petani melalui strategi pendampingan/pemberdayaan yang tepat untuk mempercepat peningkatan kapasitas petani dalam bermitra dengan perusahaan agribisnis.
Analisis Pemasaran Tandan Buah Segar (Tbs) Perkebunan Rakyat di Kawasan Perbatasan Pulau Sebatik Arwan; Ulfa Rohmatul Khasanah
SIMBIOSIS: Jurnal Sains Pertanian Vol. 3 No. 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Prodi Sains Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jf2wxh45

Abstract

Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan utama di Pulau Sebatik, namun rendahnya harga Tandan Buah Segar (TBS) yang diterima petani berdampak terhadap tingkat pendapatan dan kesejahteraan petani. Kondisi tersebut diduga disebabkan oleh keterlibatan banyak lembaga pemasaran dalam rantai distribusi, yang mengakibatkan meningkatnya biaya pemasaran serta menurunnya efisiensi pemasaran TBS. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pemasaran serta tingkat efisiensi pemasaran tandan buah segar di Pulau Sebatik. Data penelitian diperoleh melalui kegiatan observasi lapangan, wawancara menggunakan kuesioner, serta pengumpulan data pendukung dari instansi terkait. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Analisis saluran distribusi dan fungsi pemasaran dilakukan secara deskriptif kualitatif, sedangkan efisiensi pemasaran diukur secara kuantitatif menggunakan indikator margin pemasaran, farmer’s share, dan rasio keuntungan terhadap biaya, yang mencerminkan distribusi nilai, tingkat keuntungan pelaku pemasaran, serta posisi tawar petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima saluran pemasaran TBS, di mana masing-masing saluran menjalankan fungsi pemasaran yang berbeda. Berdasarkan hasil analisis kuantitatif, saluran pemasaran III merupakan saluran yang paling efisien, ditunjukkan oleh margin pemasaran yang paling kecil yaitu sebesar Rp147,00/kg serta nilai farmer’s share tertinggi sebesar 89,16%. Temuan ini memberikan kontribusi empiris dalam kajian efisiensi pemasaran komoditas perkebunan, serta menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan petani, seperti kelompok tani atau koperasi, guna meningkatkan posisi tawar petani dan efisiensi pemasaran tandan buah segar di Pulau Sebatik