Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan model Game Based Learning yang dibantu oleh Baamboozle terhadap kemampuan berpikir reflektif siswa pada topik sistem pencernaan manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi-eksperimental dengan Non-Equivalent Control Group Design. Sampel terdiri dari 64 siswa yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui kuesioner berpikir reflektif yang diberikan sebagai pretest dan posttest, serta lembar refleksi siswa. Analisis data meliputi tes prasyarat, perhitungan N-Gain, dan pengujian hipotesis menggunakan uji Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir reflektif siswa meningkat di kedua kelas, dengan kelas eksperimen mencapai skor N-Gain yang lebih tinggi daripada kelas kontrol, meskipun keduanya tetap berada dalam kategori rendah. Namun, hasil pengujian hipotesis menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kedua kelas (Sig. ≥ 0,05). Oleh karena itu, implementasi Pembelajaran Berbasis Game yang dibantu oleh Baamboozle tidak menghasilkan efek yang signifikan secara statistik, meskipun masih memiliki potensi untuk mendukung pengembangan keterampilan berpikir reflektif siswa bila diterapkan secara lebih konsisten dan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Copyrights © 2026